Halaman

Minggu, 09 September 2018

Praktikum kimia - Reaksi eksoterm dan reaksi endoterm

REAKSI EKSOTERM DAN REAKSI ENDOTERM

A. Tujuan 
Menentukan reaksi eksoterm dan endoterm

B. Dasar teori
Reaksi eksoterm
Dalam reaksi eksoterm, entalpi zat yang beraksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi. Oleh karena itu, terjadi perpindahan kalor dari sistem ke lingkungan sehingga suhu lingkungan menjadi lebih besar dari suhu sistem. Dalam hal ini dapat dipastikan bahwa kalor di lepaskan ke lingkungan.
Reaksi endoterm
Dalam reaksi endoterm entalpi zat yang bereaksi lebih kecil daripada entalpi zat hasil reaksi. Oleh karena itu, terjadi perpindahan kalor dari lingkungan ke sistem sehingga suhu sistem lebih besar dari suhu lingkungan

C. Alat dan bahan yang digunakan
Alat :
Gelas beker
Termometer batang
Spatula
Pengaduk
Bahan :
Aquades (H2O)
Batu kapur (CaO)
Urea (CO(NH2)2)
Natrium hidroksida (NaOH)
NH4Cl
Ba(OH)2

D. Cara kerja
Urea dan kapur dengan air
1. Memasukkan 50 ml air (aquades) ke dalam gelas beker
2. Mengukur suhu aquades dengan teliti menggunakan termometer, lalu hasilnya dicatat
3. Memasukkan batu kapur kedalam aquades, kemudian diaduk perlahan menggunakan pengaduk hingga batu kapur larut sempurna dan diperoleh suhu optimal
4. Mengukur suhu larutan kapur dengan teliti menggunakan termometer yang sama, kemudian mencatat hasilnya
5. Mengulangi langkah kerja nomer 1-4, tetapi batu kapur diganti dengan urea
6. Membandingkan suhu air dengan suhu larutan yang terbentuk

NH4Cl dengan NaOH dan Ba(OH)2
1. Mengambil 40 ml NH4Cl lalu dituang ke dalam gelas beker
2. Mengukur suhu NH4Cl menggunakan termometer, lalu mencatat hasilnya.
3. Memasukkan kira-kira 1 gram NaOH ke dalam NH4Cl. Mengaduk perlahan hingga terlarut sempurna
4. Mengukur suhu larutan tersebut menggunakan termometer yang sama, kemudian mencatat hasilnya.
5. Mengulangi langkah kerja nomer 1-4 tetapi NaOH diganti dengan Ba(OH)2
6. Membandingkan suhu NH4Cl dengan suhu larutan yang terbentuk

E. Data hasil pengamatan
Suhu air = 31 oC
Suhu air + CaO = 32 oC
Suhu air + urea = 29 oC

Suhu NH4Cl = 29 oC
Suhu NH4Cl + NaOh = 35 oC
Suhu NH4Cl + Ba(OH)2 = 24 oC

F. Pembahasan /reaksi/hitungan

Rabu, 05 September 2018

Praktikum Kimia - Larutan elektrolit dan nonelektrolit

LARUTAN ELEKTROLIT DAN 
LARUTAN NON ELEKTROLIT

A. Tujuan
Untuk menguji daya hantar listrik zat dalam larutan

B. Dasar teori
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik. Sedangkan larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Daya hantar listrik larutan elektrolit bergantung pada jenis dan konsentrasinya. Daya hantar listrik larutan adalah kemampuan larutan untuk menghantarkan listrik. Larutan elekrolit kuat adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan baik. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sempurna (derajat ionisasi  Î± = 1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut banyak mengandung ion-ion. Larutan elektrolit lemah adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dengan lemah. Hal ini disebabkan karena zat terlarut akan terurai sebagian (derajat ionisasi 0<α<1) menjadi ion-ion sehingga dalam larutan tersebut sedikit mengandung ion.. Suatu larutan dapat diketahui sifatnya elektrolit atau non elektrolit dengan cara uji elektrolit yang menggunakan sebuah bejana yang dihubungkan dengan dua buah elektrode. Elektrode tersebut dihubungkan pada saklar dan lampu.

C. Alat dan bahan 
Alat
1. Kabel
2. Elektrode
3. Pirces
4. Adaptor
5. Amplas
6. Gelas kaca
Bahan
1. Aquades
2. Garam dapur
3. Kalium sulfat
4. Natrium hidroksida
5. Asam klorida
6. Amoniak
7. Cuka
8. Urea
9. Gula and Alkohol

D. Cara 
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan.
2. Masukkan masing-masing larutan ke dalam gelas beker secukupnya.
3. Masukkan elektroda ke dalam gelas bekker.
4. Hubungkan kabel adaptor (sebelumnya adaptor telah dihubungkan dengan pirces dan elektroda) ke stopkontak.
5. Amati bagaimana nyala pirces dan amati apakah ada gelembung udara atau tidak.
6. Catat hasil pengamatan pada tabel.
7. Tekan tombol off pada adaptor, bersihkan elektroda dengan amplas.
8. Ulangi langkah tersebut untuk larutan yang lainnya.

E, Data eksperimen
No
Nama zat
Rumus kimia
Nyala
Gas
1
Aquadest
H2O
-
-
2
Garam dapur
NaCl
+
+
3
Kalium sulfat
K2SO4
+
+
4
Natrium hidroksida
NaOH
+
+
5
Asam Klorida
HCl
+
+
6
Amoniak
NH3
-
+
7
Cuka
CH3COOH
-
+
8
Gula
C12H22O11
-
-
9
Urea
CO (NH2)2
-
-
10
Alkohol
C2H 5OH
-
-

F. Pembahasan data eksperimen
1. Aquades (H2O)
Aquades termasuk larutan non elektrolite karena lampunya tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung udara (tidak terionisasi)
2. Garam dapur (NaCl)
Garam dapur termasuk senyawa kovalen polar yang merupakan larutan elektrolit kuat karena lampunya menyala dan terbentuk gelembung udara (terionisasi sempurna)
3. Kalium sulfat (K2SO4)
Kalium sulfat termasuk senyawa ion yang merupakan larutan elektrolit kuat karena lampunya menyala dan terbentuk gelembung udara (terionisasi sempurna)
4. Natrium hidroksida (NaOH)
Natrium hidroksida termasuk senyawa kovalen polar yang merupakan larutan elektrolit kuat karena lampunya menyala dan terbentuk gelembung udara (terionisasi sempurna)
5. Asam klorida (HCl)
Asam klorida termasuk senyawa kovalen polar yang merupakan larutan elektrolit kuat karena lampunya menyala dan terbentuk gelembung udara (terionisasi sempurna)
6. Amoniak (NH3)
Amoniak termasuk senyawa kovalen polar yang merupakan larutan elektrolit lemah karena meskipun lampunya tidak menyala, tetapi terbentuk gelembung udara (terionisasi sebagian)
7. Cuka (CH3COOH)
Cuka termasuk senyawa kovalen polar yang merupakan larutan elektrolit lemah karena meskipun lampunya tidak menyala tetapi terbentuk gelembung udara (terionisasi sebagian)
8. Gula (C12H22O11)
Gula termasuk larutan nonelektrolit karena lampunya tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung udara (tidak terionisasi)
9. Urea (CO (NH2)2)
Urea termasuk larutan nonelektrolit karena lampunya tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung udara (tidak terionisasi)
10. Alkohol (C2H5OH)
Alkohol termasuk larutan nonelektrolit karena lampunya tidak menyala dan tidak terbentuk gelembung udara (tidak terionisasi)

G. Jawaban pertanyaan
1. Berdasarkan data eksperimen buatlah 3 kelompok data yang sama !
Data I : NaCl, K2SO4, NaOH, HCl
Data II : NH3CH3COOH
Data III : H2O, C12H22O11CO (NH2)2C2H5OH
2. Berdasarkan data eksperimen manakah zat yang termasuk elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit ?
Elektrolit kuat : NaCl, K2SO4, NaOH, HCl
Elektrolit lemah : NH3CH3COOH
Non elektrolit : H2O, C12H22O11CO (NH2)2C2H5OH
3. Dari zat yang diperiksa kelompokkan zat yang termasuk senyawa ion dan kovalen !
Senyawa ion : NaCl, K2SO4, NaOH
Senyawa kovalen : H2O, HCl, NH3CH3COOH, C12H22O11CO (NH2)2C2H5OH
4. Partikel apakah yang menyusun senyawa ion dan kovalen ?
Senyawa ion : Kation dan anion
Senyawa kovalen : Unsur non logam

5. Apakah penentu daya hantar listrik dalam suatu larutan ?
Faktor penentu daya listrik dalam suatu larutan adalah adanya ion-ion yang dapat bergerak bebas dalam larutan.
Senyawa ion
- Padatan : tidak dapat menghantarkan listrik, sebab dalam padatan ion-ionnya tidak bergerak bebas.
- Lelehan : dapat menghantarkan listrik, sebab dalam lelehan ion-ionnnya dapat bergerak relatif lebih bebas dibandingkan ion-ion dalam zat padat.
- Larutan (dalam pelarut air) : dapat menghantarkan listrik, sebab dalam larutan ion-ionnya dapat bergerak lebih bebas.
Senyawa kovalen polar
- Padatan : tidak dapat menghantarkan listrik, karena padatannya terdiri atas molekul-molekul netral meski bersifat polar.
- Lelehan : tidak dapat menghantarkan listrik, karena lelehannnya terdiri atas molekul-molekul netral, meski dapat bergerak bebas.
- Larutan (dalam air) : dapat menghantarkan listrik, karena dalam larutan molekul-molekulnya dapat terhidrolisis menjadi ion-ion yang dapat bergerak bebas.

6. Partikel apa saja yang terdapat di dalam larutan ?
a. Garam dapur : Na+ + Cl-
b. Amoniak : NH3
c. Gula : C12H22O11
7. Menurut Arhenius, apakah yang disebut asam dan basa ?
Asam : zat yang dalam air melepaskan ion H+
Contoh : HF, HCN, H3PO4H2SH2SO4
Basa : zat yang dalam air melepaskan ion OH-
Contoh : NaOH, Cu(OH)2, Fe(OH)3
8. Sebutkan zat-zat yang tergolong asam kuat, asam lemah, basa kuat dan basa lemah
Asam kuat : HCl, HClO3, H2SO4HNO3HClO4
Asam lemah : CH3COOH, HCN, H2CO3H2S
Basa kuat : NaOH, KOH, Ca(OH)2, Mg(OH)2, Ba(OH)2
Basa lemah : NH4OH, Ni(OH)2

H. Kesimpulan 
Berdasarkan tabel pengamatan, ada 6 jenis larutan elektrolit, yaitu : garam dapur (NaCl), kalium sulfat (K2SO4), natrium hidroksida (NaOH), asam klorida (HCl), amoniak (NH3) dan cuka (CH3COOH). Larutan non elektrolit ada 4 jenis yaitu : Aquades (H2O), Gula (C12H22O11), urea (CO(NH2)2) dan alkohol (C2H5OH)