Halaman

Kamis, 23 Agustus 2018

Praktikum Kimia - Kepolaran zat

KEPOLARAN ZAT

A. Tujuan
Mengetahui adanya aliran listrik pada zat atau polarisasi.

B. Dasar teori
Prinsip dasar ikatan kovalen adalah perpindahan elektron bersama oleh atom-atom yang berdekatan. Jika elektron-elektron yang digunakan bersama tersebut cenderung lebih tertarik ke salah satu atom maka akan terjadi pengutuban (polarisasi). Maksudnya setiap atom mempunyai muatan yang saling berlawanan, yaitu muatan positif dan negatif. Jika elektron-elektron yang digunakan bersama tersebut merata ke setiap atom yang berikatan atau daya tarik atom untuk menarik elektron sama kuat, maka tidak akan terjadi polarisasi (non polar).

C. Alat dan bahan
  • Biuret
  • Corong 
  • Gelas beker
  • Penggaris mika
  • HCl
  • H2O
  • CCl4
  • C3COCH
  • C2H5OH
  • Minyak tanah
D. Cara kerja
1. Tuangkan cairan pada buret menggunakan corong.
2. Buka buret hingga cairan keluar dan mengalir ke gelas beker yang telah disediakan.
3. Gosokkan penggaris ke rambut hingga penggaris bermuatan ketika air sudah mulai dialirkan
4. Dekatkan penggaris yang telah digosok ke rambut ke air yang mengalir
5. Amatilah air tersebut jika air menjauh atau mendekati penggaris maka aliran tersebut merupakan
polar

E. Data eksperimen
No
Bahan
Gerak aliran
Polar/Non polar
1
HCl
Membelok
Polar
2
H2O
Membelok
Polar
3
C2H5OH
Membelok
Polar
4
C3COCH3
Tidak Membelok
Non Polar
5
CCl4
Tidak Membelok
Non Polar
6
Minyak tanah
Tidak Membelok
Non Polar

F. Pembahasan
1. HCl
Pada saat HCl mengalir menuju gelas, yang pada awalnya lurus saat didekati penggaris beraliran listrik mengalami pembelokkan. Hal ini berarti HCl mempunyai ikatan kovalen polar. HCl merupakan senyawa yang tersusun atas H dan Cl, selisih nilai ke elektronegatifan = 0, 9 sehingga HCl merupakan senyawa kovalen polar

2. H2O
Pada saat H2O mengalir menuju gelas, yang pada awalnya lurus saat didekati penggaris beraliran listrik mengalami pembelokkan. Hal ini berarti H2O merupakan senyawa kovalen polar. Tersusun atas 2 atom H dan 1 atom O sehingga menjadi ikatan kovalen polar. 

3. C2H5OH
Pada saat C2H5OH mengalir menuju gelas, yang pada awalnya lurus saat didekati penggaris beraliran listrik mengalami pembelokkan. Hal ini berarti C2H5OH merupakan senyawa kovalen polar

4. C3COCH3 
Pada saat C3COCH3 mengalir menuju gelas, ketika didekati dengan penggaris bermuatan, C3COCHtidak mengalami pembelokkan sehingga merupakan senyawa non polar. Terdiri atas 3 atom karbon, 6 atom hidrogen, dan 1 atom oksigen. Atom-atom ini membentuk ikatan kovalen tunggal dan rangkap 2

5. CCl4 
Pada saat 
CCl4 mengalir menuju gelas, didekatkan dengan penggaris bermuatan, CCl4 tidak mengalami pembelokan, sehingga merupakan senyawa non polar.

6. Minyak tanah
Pada saat minyak tanah mengalir menuju gelas, ketika didekatkan dengan penggaris bermuatan, minyak tanah tidak mengalami pembelokan, sehingga merupakan senyawa non polar.

G. Kesimpulan
Apabila suatu benda bermuatan listrik didekatkan pada cairan tertentu maka akan ada reaksi yang berbeda-beda yang menunjukkan sifat senyawa tersebut tergolong polar atau non polar. Sebagaimana hasil percobaan yang menyatakan bahwa HCl, H2O, dan C2H5OH merupakan polar sedangkan C3COCH3, CCl4 dan minyak tanah merupakan non polar. 

Praktikum kimia - Pemisahan zat secara sederhana dengan cara kromatografi

PEMISAHAN ZAT SECARA SEDERHANA
DENGAN CARA KROMATOGRAFI

A. Tujuan
Mengetahui komponen-komponen penyusun warna dari spidol warna.

B. Dasar teori
Warna lain dapat terbentuk dari kombinasi beberapa warna.

C. Alat dan bahan
  • Spidol 5 warna (snowman)
  • Kertas buram
  • Penggaris
  • Botol
  • Lidi
  • Air
  • Gunting
D. Cara kerja
1. Siapkan botol, kertas dan bahan-bahan lainnya.
2. Potong bagian atas botol.
3. Potong kertas menjadi 5 bagian berbentuk persegi panjang
4. Isi botol dengan air kurang lebih satu per delapan volume botol.
5. Buatlah garis warna menggunakan penggaris dan spidol kurang lebih 2 cm dari bawah kertas.
6. Tusuk kertas bagian atas dengan lidi.
7. Celupkan bagian bawah kertas yang telah dipotong ke dalam botol yang telah diisi air, tetapi jangan sampai air mengenai garis warna yang telah dibuat.
8. Tunggu sampai air menyerap dan penyusun dari warna tersebut terurai.
9. Lakukan hal ini pada warna lain (hitam, ungu, orange, coklat tua dan hijau tua)
10. Amati perubahan yang terjadi. 

E. Data hasil eksperimen
No
Warna Asal
Warna Penyusun
1
Hitam
Ungu tua, coklat, biru dongker
2
Ungu
Biru dongker, merah muda
3
Coklat tua
Abu-abu, merah muda, kuning
4
Orange
Kuning, merah muda
5
Hijau tua
Kuning, biru

F. Pembahasan data eksperimen
1. Warna hitam adalah warna yang tersusun dari warna ungu tua, coklat, dan biru dongker.
2. Warna ungu adalah warna yang tersusun dari warna biru dongker dan merah muda.
3. Warna coklat tua adalah warna yang tersusun dari warna abu-abu, merah muda dan kuning
4. Warna orange adalah warna yang tersusun dari warna kuning dan merah muda.
5. Warna hijau tua adalah warna yang tersusun dari warna kuning dan biru.

G. Kesimpulan
Warna yang terurai terjadi akibat proses pemurnian yang merupakan komponen-komponen warna dan naiknya air menyebabkan komponen pemyusun tersebut terurai.
Komponen-komponen warna akan terpisah satu sama lain berdasarkan perbedaan daya serapnya.
Warna dapat diuraikan dan dapat dibentuk dari warna-warna yang ada.

H. Lampiran






Rabu, 22 Agustus 2018

Praktikum Kimia - Faktor-faktor kelarutan gula dalam air

FAKTOR-FAKTOR KELARUTAN GULA DALAM AIR

A. Tujuan
Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan gula dalam air.

B. Dasar teori
Gula yang larut dalam air memiliki beberapa faktor yang mempengaruhinya

C. Alat dan bahan
  • Gelas 9 buah (dengan diberi nomer 1-9)
  • Sendok teh
  • Air mineral (25oC)
  • Air es (10oC)
  • Air mendidih (100oC)
  • Gula pasir
  • Gula halus
  • Gula tumbuk
  • Stopwatch
  • Alat tumbuk
D. Cara kerja

Uji Coba 1
1. Siapkan 3 gelas bernomor 1, 2, dan 3.
2. Isi masing-masing gelas dengan air yang berbeda, gelas 1 diisi dengan air mineral, gelas 2 diisi dengan air es, gelas 3 diisi dengan air mendidih. Isi dengan volume yang sama.
3. Masukkan satu sendok teh gula pasir ke masing-masing gelas.
4. Aduk menggunakan sendok, dengan kecepatan pengadukan yang sama.
5. Nyalakan stopwatch bersamaan dengan mulainya pengadukan.
6. Hentikan waktu saat gula sudah larut.
7. Catatlah waktunya.

Uji Coba 2
1. Siapkan 3 gelas bernomor 4, 5, dan 6.
2. Isi masing-masing gelas dengan air mineral yang volumenya sama.
3. Masukkan satu sendok teh gula pasir ke masing-masing gelas.
4. Aduk gelas 4 menggunakan sendok dengan kecepatan maksimum, gelas 5 dengan kecepatan sedang, dan gelas 6 dengan kecepatan pelan.
5. Nyalakan stopwatch bersamaan dengan mulainya pengadukan.
6. Hentikan waktu saat gula sudah larut.
7. Catatlah waktunya.

Uji Coba 3
1. Siapkan 3 gelas bernomor 7, 8, dan 9.
2. Tumbuk 1 sendok teh gula pasir hingga agak lembut.
3. Isi masing-masing gelas dengan air mineral yang volumenya sama.
4. Tambahkan ke dalam gelas 7 gula yang tidak ditumbuk, dan tambahkan gula yang agak lembut ke gelas 8 lalu tambahkan pula gula halus ke gelas 9. Masing-masing 1 sendok teh.
5. Aduk dengan frekuensi dan kecepatan yang sama.
5. Nyalakan stopwatch bersamaan dengan mulainya pengadukan.
6. Hentikan waktu saat gula sudah larut.
7. Catatlah waktunya.

E. Data hasil eksperimen

Uji Coba 1
Nomer Gelas
Jenis Air
Suhu
(oC)
Takaran Gula
Ukuran Gula
Kecepatan
Waktu
1
Air mineral
25
1 sdt
Pasir
Sama
1 menit 33 detik
2
Air Es
10
1 sdt
Pasir
Sama
2 menit 11 detik
3
Air mendidih
100
1 sdt
Pasir
Sama
55 detik

Uji Coba 2
Nomer Gelas
Jenis Air
Suhu
(oC)
Takaran Gula
Ukuran Gula
Kecepatan
Waktu
4
Air mineral
25
1 sdt
Pasir
Cepat
57 detik
5
Air mineral
25
1 sdt
Pasir
Sedang
1 menit 43 detik
6
Air mineral
25
1 sdt
Pasir
Pelan
2 menit 8 detik

Uji Coba 3
Nomer Gelas
Jenis Air
Suhu
(oC)
Takaran Gula
Ukuran Gula
Kecepatan
Waktu
7
Air mineral
25
1 sdt
Pasir
Sama
1 menit 23 detik
8
Air mineral
25
1 sdt
Tumbuk
Sama
52 detik
9
Air mineral
25
1 sdt
Halus
Sama
30 detik

F, Pembahasan data eksperimen
  • Semakin tinggi suhu air maka semakin cepat gula larut dalam air dan semakin rendah suhu air proses kelarutan gula dalam air semakin lambat.
  • Semakin cepat kita mengaduk, maka semakin cepat gula larut dalam air dan semakin lambat kita mengaduk maka proses kelarutan gula dalam air semakin lama.
  • Semakin kecil ukuran partikel gula maka gula akan semakin cepat larut dan semakin besar partikel gula, semakin besar pula waktu yang dibutuhkan untuk larut.
G. Jawaban dan pertanyaan
Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan gula dalam air ?
Jawab : Menurut hasil eksperimen kami ada 3 faktor yaitu suhu, pengadukan, dan ukuran zat.

H. Kesimpulan
Jadi dari hasil eksperimen kami, dapat ditarik kesimpulan bahwa kelarutan gula dalam air dipengaruhi oleh 3 faktor yaitu suhu, pengadukan, dan ukuran zat.



Selasa, 21 Agustus 2018

Praktikum biologi - Sel hewan dan tumbuhan

LAPORAN HASIL PENGAMATAN

SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

A. Tujuan
  • Mengetahui struktur sel hewan dan tumbuhan
B. Praktikan
  • Lisnawati - XII MIA 1/23
C. Landasan teori
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hamper serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (regnum) juga memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniseluler sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop oleh Robert Hooke yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Dari pendapat beberapa ahli biologi melahirkan beberapa teori sel antara lain :
  • Sel merupakan unit struktural makhluk hidup
  • Sel merupakan unit fungsional makhluk hidup
  • Sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup
  • Sel merupakan unit hereditas
D. Alat dan bahan
  • Mikroskop
  • Tissue/kapas
  • Kaca objek
  • Silet
  • Pipet
  • Kaca penutup
  • Metilen biru
  • Bawang merah
  • Jamur tempe
  • Air hijau
  • Air jerami
  • Sel epitel mulut
  • Tusuk gigi
  • Daun rhoeo
E. Langkah kerja

1. Siapkan dan ambil sampel dari masing-masing bahan
  • Pada bawang merah, ambil dua sampel. Pertama pada kulit terluar bawang merah dan kedua pada bagian bawang yang paling dalam dan berwarna putih.
  • Pada daun rhoe dan jamur tempe iris setipis mungkin pada sampel yang akan diambil
  • Pada air jerami dan air hijau, ambil sampel dengan pipet
  • Gunakan tusuk gigi lalu usapkan lembut bagian dalam pipi
2. Letakkan sampel pada kaca objek
  • Letakkan sampel bawang merah pada kaca objek kemudian tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan sampel daun rhoe dan jamur tempe pada kaca objek kemudian tetes dengan air secukupnya lalu tutup dengan kaca penutup
  • Taruh kapas diatas kaca objek terlebih dahulu. Lalu teteskan sampel air jerami dan air hijau diatas kapas tersebut. Lalu tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan sampel epitel mulut pada kaca objek kemudian tetesi dengan metilen biru secukupnya lalu tutup dengan kaca penutup.
3. Letakkan kaca objek pada meja mikroskop
4. Carilah fokus dengan seksama pada sampel menggunakan lensa objektif perbesaran  10x10
5. Gambar struktur yang terlihat dibawah mikroskop

F. Hasil kegiatan


Sel bawang merah

Sel jamur tempe

Sel daun rhoe

Sel mukosa mulut

Sel air rendaman jerami

Sel air hijau

G. Pembahasan
  1. Air hijau : ada yang bergerak kecil-kecil
  2. Air jerami : tidak ada yang bergerak
  3. Mukosa mulut : bentuknya tidak beraturan, berwarna biru kehijauan
  4. Bawang merah : ada pembatasnya jelas, ukurannya sama dan beraturan
  5. Daun rheo : bentuknya mirip seperti pada bawang merah, tidak terlihat pembatas
  6. Jamur tempe : bentuk seperti kecambah
H. Kesimpulan
Suatu sel dikatakan mati jika memiliki ruang kosong pada protoplasmanya. Suatu sel dikatakan hidup jika memiliki isi pada protoplasmanya. Sel hewan memiliki ukuran lebih kecil dari sel tumbuhan. Sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap dan sel hewan tidak. Sel tumbuhan memiliki plastid vakuola sedangkan sel hewan tidak.