Halaman

Selasa, 21 Agustus 2018

Praktikum biologi - Sel hewan dan tumbuhan

LAPORAN HASIL PENGAMATAN

SEL HEWAN DAN TUMBUHAN

A. Tujuan
  • Mengetahui struktur sel hewan dan tumbuhan
B. Praktikan
  • Lisnawati - XII MIA 1/23
C. Landasan teori
Sel merupakan unit organisasi terkecil yang menjadi dasar kehidupan dalam arti biologis. Semua fungsi kehidupan diatur dan berlangsung di dalam sel. Struktur sel dan fungsi-fungsinya secara menakjubkan hamper serupa untuk semua organisme, namun jalur evolusi yang ditempuh oleh masing-masing golongan besar organisme (regnum) juga memiliki kekhasan sendiri-sendiri. Sel-sel prokariota beradaptasi dengan kehidupan uniseluler sedangkan sel-sel eukariota beradaptasi untuk hidup saling bekerja sama dalam organisasi yang sangat rapi. Sejarah ditemukannya teori tentang sel diawali penemuan mikroskop oleh Robert Hooke yang menjadi sarana untuk mempermudah melihat struktur sel. Dari pendapat beberapa ahli biologi melahirkan beberapa teori sel antara lain :
  • Sel merupakan unit struktural makhluk hidup
  • Sel merupakan unit fungsional makhluk hidup
  • Sel merupakan unit reproduksi makhluk hidup
  • Sel merupakan unit hereditas
D. Alat dan bahan
  • Mikroskop
  • Tissue/kapas
  • Kaca objek
  • Silet
  • Pipet
  • Kaca penutup
  • Metilen biru
  • Bawang merah
  • Jamur tempe
  • Air hijau
  • Air jerami
  • Sel epitel mulut
  • Tusuk gigi
  • Daun rhoeo
E. Langkah kerja

1. Siapkan dan ambil sampel dari masing-masing bahan
  • Pada bawang merah, ambil dua sampel. Pertama pada kulit terluar bawang merah dan kedua pada bagian bawang yang paling dalam dan berwarna putih.
  • Pada daun rhoe dan jamur tempe iris setipis mungkin pada sampel yang akan diambil
  • Pada air jerami dan air hijau, ambil sampel dengan pipet
  • Gunakan tusuk gigi lalu usapkan lembut bagian dalam pipi
2. Letakkan sampel pada kaca objek
  • Letakkan sampel bawang merah pada kaca objek kemudian tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan sampel daun rhoe dan jamur tempe pada kaca objek kemudian tetes dengan air secukupnya lalu tutup dengan kaca penutup
  • Taruh kapas diatas kaca objek terlebih dahulu. Lalu teteskan sampel air jerami dan air hijau diatas kapas tersebut. Lalu tutup dengan kaca penutup
  • Letakkan sampel epitel mulut pada kaca objek kemudian tetesi dengan metilen biru secukupnya lalu tutup dengan kaca penutup.
3. Letakkan kaca objek pada meja mikroskop
4. Carilah fokus dengan seksama pada sampel menggunakan lensa objektif perbesaran  10x10
5. Gambar struktur yang terlihat dibawah mikroskop

F. Hasil kegiatan


Sel bawang merah

Sel jamur tempe

Sel daun rhoe

Sel mukosa mulut

Sel air rendaman jerami

Sel air hijau

G. Pembahasan
  1. Air hijau : ada yang bergerak kecil-kecil
  2. Air jerami : tidak ada yang bergerak
  3. Mukosa mulut : bentuknya tidak beraturan, berwarna biru kehijauan
  4. Bawang merah : ada pembatasnya jelas, ukurannya sama dan beraturan
  5. Daun rheo : bentuknya mirip seperti pada bawang merah, tidak terlihat pembatas
  6. Jamur tempe : bentuk seperti kecambah
H. Kesimpulan
Suatu sel dikatakan mati jika memiliki ruang kosong pada protoplasmanya. Suatu sel dikatakan hidup jika memiliki isi pada protoplasmanya. Sel hewan memiliki ukuran lebih kecil dari sel tumbuhan. Sel tumbuhan memiliki bentuk yang tetap dan sel hewan tidak. Sel tumbuhan memiliki plastid vakuola sedangkan sel hewan tidak.

0 komentar:

Posting Komentar