Halaman

Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bahasa indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Juli 2017

TEKS ULASAN FILM "BRAVEHEART"

TEKS ULASAN FILM BRAVEHEART

Film Braveheart yang dirilis tahun1995 ini merupakan film kolosal yang disutradarai oleh Mel Gibson yang juga membintangi film tersebut. Dalam film ini Gibson memerankan orang skotlandia legendaris yaitu William Wallace.
Film ini mengisahkan tentang William Wallace seorang pahlawan Scottish yang memimpin perlawanan pembebasan Skotland dari kekuasaan Inggris. Ketika William masih kecil ia harus kehilangan seluruh keluarganya ditangan Inggris, karena Ayah William adalah salah satu pemimpin yang ikut melakukan perlawanan terhadap Inggris pada masa itu. Akhirnya William kecil diasuh oleh pamannya yang tiba-tiba muncul dihari pemakaman Ayahnya. Waktu terus berlalu dan William pun tumbuh dewasa sampai suatu saat ia jatuh cinta dan menikah.
Film ini mengambil latar tempat yang masih alami, terlihat segar suasananya. Rumputan hijau dan pepohonan rindang serta rumah-rumah penduduk yang terbuat dari jerami membawa penonton kembali ke zaman yang telah silam. Zaman dimana kehidupan masih sederhana. Penduduknya pun terlihat sangat menyatu dan kekeluargaan. Hubungan mereka satu sama begitu identik dengan kehidupan suku-suku yang menjalani hidup secara berkelompok. Gotong royong dan kerja sama juga sangat jelas terlihat. Kondisi masyarakat lampau benar-benar dihidupkan kembali dalam film ini. Selain itu terdapat pula adegan pertandingan-pertandingan melempar batu yang menjadi acara hiburan bagi mereka, semacam hiburan rakyat di zaman dahulu.
William wallace sendiri diperankan dengan sangat baik. Pemerannya mampu menjiwai karakter Wallace yang pemberani, berjiwa ksatria, dan gagah. Sosok Murron yang nantinya menjadi istri Wallace diperankan dengan anggun dan penuh pesona. Keduanya membawa penonton larut dalam kisah cinta mereka. Suka dan duka mereka benar –benar diperlihatkan lewat gerak tubuh dan raut wajah mereka. Selain itu penggunaan kuda sebagai tunggangan menambah nuansa lampau semakin hidup. Hal ini juga disertai oleh kostum yang sangat sederhana, berwarna kecoklatan dan terlihat kusam. Tatatan rambut para penduduk yang dibuat sedemikian rupa benar-benar menggambarkan kehidupan lampau.
Raja Skotlandia meninggal tanpa seorang penerus tahta. Raja Inggris, Edward I dikenal dengan nama Longshanks mengambil alih kekuasaan Skotlandia. Sejak saat itu rakyat Skotlandia hidup di bawah jajahan Longshanks. Longshanks sengaja membagi beberapa wilayah kepada beberapa bangsawan Skotlandia agar mereka tunduk padanya. Selain itu, Longshanks juga memberikan hak istimewa untuk para pejabat setempat yaitu Primae Noctis, dimana mereka dapat membawa pergi mempelai wanita Skotlandia di hari pernikahan mereka untuk menghabiskan malam pertama bersama mempelai wanita. Longshanks juga tidak segan membunuh rakyat yang ingin menentangnya.
Dalam film ini kita melihat peraturan Prima Noctis yang diberlakukan pada zaman itu –benar membuat rakyat Skotlandia menderita. Terlihat adegan dimana terdapat sebuah pesta pernikahan yang begitu meriah dengan tarian penduduk, kemudian suasana berubah seketika para prajurit datang untuk mengambil mempelai wanita. Susana menyedihkan dan romantis berhasil dibangun sedemikan rupa sehingga penonton ikut terbawa perasaannya. Perpisahan kedua mempelai diperankan dengan penuh dramatis.
Dalam acara pernikahan ditampilkan tarian Skotlandia dengan hentakan kaki yang mengikuti alunan musik dari alat musik tradisional yang mempu membawa penonton ikut merasakan suasana di Skotlandia
Setelah dewasa, wallace menikahi Murron. Karena saat itu berlaku hukum Prima Noctis, maka pernikahan Wallace dan Murron berjalan secara diam-diam, tidak ada seorangpun yang mengetahui termasuk ayah dan ibu Murron sendiri. Sayang seorang pengawal mencurigai hubungan Wallace dan Murron. Murron akhirnya tewas dibunuh pejabat setempat. Wallace sangat marah dan sejak saat itu ia memutuskan untuk melawan Inggris.
 Kematian Murrron ini semakin menambah ketegangan, karena beberapa adegan sebelum Murron dibunuh juga membuat penonton ikut kesal terhadap perlakuan sewenang-wenang para bangsawan. Seperti adegan saat Murron akan diperkosa atau adegan saat Murron berkuda lalu dipukul dengan tongkat hingga jatuh juga adegan saat Wallace berkelahi. Kekacauan saat peristiwa tersebut benar-benar digambarkan dengan sangat baik begitu dramatis.
Pengambilan gambar dalam film tersebut sangat baik. Film ini betul-betul memperlihatkan panorama yang indah dalam setiap adegan, terutama saat sinar matahari mulai terbit atau tenggelam. Panorama yang indah makin menghidupkan suasana yang asri. Pengambilan gambar dengan teknik bloking juga dilakukan dalam film ini. Sehingga kesan romantisme dan dramatisme terbangun.

Film ini lebih mengarah kepada kehidupan sesungguhnya di masa lampau daripada sekedar film tentang kerajaan seperti di negeri dongeng. Meskipun begitu latar film ini mirip dengan film-film cinta di negeri dongeng.  

TUGAS BAHASA INDONESIA - MEMBUAT SURAT PENAWARAN

PT. GERINDO JAYA
Jalan R.A. Wiryaatmadja 53 Telp/fax : (0281) 638807
Website :
www.gerindojaya.co.id, Email : gerindo_jaya@yahoo.co.id

Nomor             : 111/04/GER/2015
Hal                  : Penawaran kerajinan gerabah
Lampiran         : 2 lembar

Yth. Toshi Sanjaya
Di tempat

Dengan hormat,
            Dengan surat ini, saya bermaksud mengajak saudara untuk bekerja sama. Saya adalah pengusaha gerabah yang sekaligus pemilik PT. GERINDO JAYA. Saya dengar di Jepang, gerabah sangat digemari, untuk itu kami ingin menawarkan prodak kami. Perusahaan kami memproduksi berbagai kerajinan gerabah dari tanah liat. Kami menjual produk yang berkualitas dengan harga menarik dan terjangkau. Berikut ini saya kirimkan beberapa contoh kerajinan gerabah tersebut beserta daftar harganya yang tercantum dalam lampiran. Apabila saudara tertarik, saya mengharapkan saudara agar mengajukan permintaan. Jika saudara membeli lebih dari 300 lusin , saya akan memberikan  diskon beserta bonus 10 buah gerabah. Mengenai pembayaran, saudara dapat membayar uang mukanya terlebih dahulu ke nomer rekening 0786592143967 atas nama Joko Soepono. Barang akan dikirimkan melalui jasa pengiriman lintas negara.
            Demikian surat penawaran saya. Saya berharap kita dapat saling bekerja sama. Dan semoga seterusnya kita dapat menjalin hubungan kerjasama yang baik. Terimakasih.


Purwokerto, 01 April 2015    
Hormat saya,     

         
Joko Soepono  

TUGAS BAHASA INDONESIA - MEMBUAT SINOPSIS NOVEL - SURAT DARI SURGA

Surat Dari Surga
P
ersahabatan Maura dan Sarah diawali ketika mereka bertemu di sebuah rumah sakit. Mereka berdua sama-sama duduk dikelas 5 SD. Maura mengalami patah kaki saat terjatuh dari tangga sekolah. Sedangkan Sarah menderita penyakit Leukemia. Maura dirawat di pavilion kelas VVIP, Sarah dirawat di Bangsal Yasmin kelas III. Banyak anak yang dirawat di Bangsal Yasmin kelas III itu, namun dari sekian banyak anak yang dilihatnya, hanya ada satu anak yang membuat Maura tertarik. Dialah Sarah. Seorang anak berkulit hitam, bertubuh kurus, berkacamata. Satu hal yang membedakannya dari yang lain, ia mengenakan jilbab. Bapaknya seorang kuli bangunan dan ibunya seorang buruh di pabrik lilin. Berbeda dengan Maura, dia bertubuh tinggi, berkulit kuning dan berwajah cantik. Papa Maura menjadi General Menejer di sebuah perusahaan asing dan mamanya seorang dokter spesialis kebidanan dan kandungan. .
Pagi itu Maura menatap menu yang terhidang di meja dekat  tempat tidur Sarah. Menu pagi itu sederhana. Tak ada susu dan buah seperti menu di kamarnya. Sarah sedang menyantap makanannya dengan lahap. Makanan itu seakan menjadi makanan terlezat yang pernah dimakannya. Sarah berkata bahwa yang lezat itu kenikmatan yang diberikan Allah kepadanya untuk bisa makan. Namun Maura tak mampu memahami apa yang dimaksud sahabatnya itu.
Bu Ima, ibu Sarah menatap haru pada putrinya. Meski badannya makin lemah, parasnya makin pucat, matanya makin cekung. Namun hampir tak terdengar Sarah mengeluhkan rasa sakitnya.
Siang harinya setelah Sarah selesai sholat Dzuhur,  Maura menanyakan pada Sarah alasannya memakai jilbab, ia begitu heran pada Sarah.  Maura tidak begitu mengenal jilbab. Keluarganya pun tak ada yang mengenakannya. Lalu Sarah menjelaskan hal itu kepada Maura bahwa menutupi aurot merupakan kewajiban seorang muslim. Maura yang kurang paham hanya manggut-manggut saja. Sarah juga berkata bahwa cita-citanya adalah mati syahid. Sarah menjelaskan bahwa orang yang mati syahid itu bisa langsung masuk surga tanpa dihisab. Sesaat kemudian terdengar azan ashar, obrolan mereka terhenti. Sarah mengajak Maura sholat namun Maura menolaknya. Katanya ia sholatnya nanti saja. Diam-diam Maura merasa malu, ia lupa kapan terakhir kali ia malakukan sholat. Barangkali waktu mengikuti sholat taraweh di bulan ramadhan yang lalu. Maura lalu menatap Sarah yang sedang  sholat dengan khusyu. Diam-diam Maura mengagumi Sarah. Banyak hal baru yang ia dapatkan dari Sarah. Maura lalu memandang anak-anak lain yang sekamar dengan Sarah. Dilihatnya Siti si pendiam yang lebih suka menyendiri. Sarah pernah berkata, orang tua Siti termasuk kurang mampu. Tapi menurut Sarah itu tidak ada bedanya dengan keluarganya sendiri. Diseberang tempat tidur Sarah terbaring seorang anak perempuan yang sangat manja dan kolokan. Di seberang tempat tidur Siti, terbaring  seoarang anak perempuan yang suka menghabiskan waktunya dengan berteriak-teriak, memarahi ibunya, menangis, dan mengeluhkan penyakitnya. Sementara dua tempat tidur lainnya di ujung kamar, dihuni oleh dua anak balita yang lebih sering merengek minta berjalan-jalan keluar ruangan. Tak ada yang aneh dengan mereka pikir Maura. Mereka memang masih kanak-kanak yang masih pantas merajuk, merengek, menangis, mengeluh, serta menampakkan kekesalan dan kemarahannya. Maura sendiri pun masih sering melakukan hal itu, bahkan sering. Tapi itu semua tidak ditemukan Maura pada diri Sarah.
Selesai sholat, Sarah mempersilakan Maura untuk sholat namun tiba-tiba Maura berbisik pada Sarah bahwa ia lupa bacaan dalam sholat. Maura mengira Sarah akan meledeknya habis-habisan, namun ternyata dugaannya meleset. Sarah justru mengajak Maura untuk belajar sholat bersama. Mendengar itu, ingin rasanya Maura memeluk Sarah erat-erat.

Esok harinya seperti biasa Maura keluar dari kamarnya untuk berjalan-jalan. Ia masih mengenakan kruk penyangga kaki. Hari ini Maura sudah melaksanakan sholat subuh tadi pagi meski dengan bacaan sholat sebisanya yang ia ingat. Ibu dan Ayahnya memujinya. Mereka kagum dengan perubahan yang terjadi pada Maura. Ia lalu pergi menuju Bangsal Yasmin kelas III. Setelah sampai matanya tertuju pada tempat tidur Sarah yang kosong. Siti yang bersiap-siap akan pulang lalu memberi tahu bahwa tadi malam Sarah dibawa ke ICCU, badannya lemah sekali dan perlu tambah darah. Belum selesai Siti berbicara, Maura telah berlalu dengan langkah lebar-lebar menuju ruang ICCU, ada suatu perasaan asing menyelinap di dadanya. Sesampainya, tiba-tiba seseorang keluar dari ruangan itu, kemudian disusul beberapa orang dibelakangnya. Beberapa diantaranya mendorong tempat tidur beroda . Ada sesosok tubuh tertutup kain disekujur badan hingga kepala. Dada Maura semakin berasa berdentam-dentam ketika dilihatnya Bu Ima dan suaminya berjalan dibelakang jenazah itu. Mata Bu Ima sembab dan basah oleh air mata. Maura memanggil Bu Ima dari ruangan itu. Bu Ima segera memeluk dan mendekap Maura. Beliau tak kuasa berucap apa-apa dan langsung menyerahkan sebuah bungkusan yang dimasukkan dalam tas plastik warna hitam. Maura menerimanya dengan tangan bergetar  dan langsung membukanya. Isinya sebuah jilbab kaus warna putih dengan renda dan border cantik. Dibawahnya sebuah buku yang telah kusam dan berbau apak karena lamanya.  Buku itu berjudul  Sifat Sholat Nabi saw. Dihalaman  dalam buku itu terdapat sebuah surat. Dibacanya surat yang penuh canda tawa itu, tapi Maura justru tak dapat menahan tetes air matanya. Maura lalu membuka lipatan jilbab kaus warna putih hadiah dari Sarah. Dengan gemetar ia kenakan jilbab itu di kepalanya. Bu Ima membantu Maura mengenakan sambil tersenyum ditengah derai air matanya. Keduanya lalu tersenyum  membayangkan kebahagiaan Sarah di surga milik Allah SWT kelak di hari akhir.

TUGAS BAHASA INDONESIA - MEMBUAT TEKS ULASAN PERTUNJUKKAN PENTAS DRAMA

Pernikahan Ala Negeri Dongeng


Drama mengenai cinta memang selalu menarik bagi masyarakat pada umumnya, khususnya para pemuda. Drama bertemakan cinta sering diawali dari latarbelakang status sosial dua insan yang berbeda. Pada kisah-kisah cinta terdahulu, kebanyakan permasalahan dalam drama dengan tema cinta masih terpaku pada hal-hal yang bersifat pertentangan antara dua kubu keluarga, meskipun tidak semuanya seperti itu. Seperti dalam drama Romeo And Juliet, cinta bukan hanya penyatuan dua insan melainkan dua keluarga. Ketika keluarga tidak bisa disatukan maka akan timbul berbagai permasalahan. Kisah cinta klasik seperti dongeng Cinderella misalnya menceritakan pertemuan dua insan dari latarbelakang sosial yang berbeda, anatara sang pangeran yang kaya dan hidup bahagia dengan si Cinderella yang hidup menderita bersama ibu tiri. Pertemuan dua insan ini yang nantinya akan membawa berbagai macam permasalahan yang biasanya selalu berakhir bahagia. Permasalahan inilah yang menarik untuk dijadikan alur dalam drama. Rekaman drama yang ditampilkan oleh salah satu SMA di Jawa Tengah ini adalah salah satu drama yang mengangkat persoalan cinta kedalam alur cerita. Drama ini menceritakan tentang sepasang kekasih yang cintanya terancam kandas di tengah jalan karena keluarga dari pihak si pria tidak merestui hubungannya. Dalam drama ini penonton akan disuguhkan lika-liku seseorang dalam mempertahankan cinta, bukan hanya sebuah dongeng, drama ini memang menggambarkan masalah-masalah nyata yang dihadapi masyarakat Indonesia umumnya. Terutama bagi mereka yang hendak melangkah ke jenjang hubungan yang lebih serius, seperti pernikahan misalnya.
Kisah cinta ini diawali dari pertemuan dua insan yang berbeda latar belakang sosial. Si pria yang berasal dari keluarga berada jatuh cinta pada wanita dari keluarga miskin. Cinta yang tulus antara dua insan yang berbeda ini menandakan bahwa perbedaan yang ada bukanlah penghalang bagi seseorang untuk menjalin cinta, ketika sedang dimabuk cinta, seseorang bisa saja melupakan segalanya seperti jabatannya, keluarganya atau apapun itu karena cinta bisa membuat hidup mereka menjadi lebih berarti. Hubungan cinta yang terjalin lama anatara si pria dan wanita mengantarkan mereka ke jenjang yang lebih serius yaitu pernikahan. Pernikahan akan menyatukan mereka dan keluarga mereka satu sama lain. Menyatukan dua keluarga memang sulit terutama jika status sosialnya berbeda. Ada pandangan yang berbeda dari pihak keluarga. Jika dalam masa menjalin cinta, seseorang bisa saja tidak melibatkan keluarganya untuk ikut mengenal atau terlibat  kehidupan dengan kekasihnya, tetapi jika sudah menyangkut masalah pernikahan maka mau tidak mau keluarga turut andil dalam mengambil keputusan, dalam hal ini orang tua adalah yang pertama bertindak terhadap keputusan yang diambil oleh anaknya. Si ibu dari sang pria tidak menyetujui hubungan cinta anaknya dengan gadis miskin. Sikap sang ibu menunjukkan bahwa orang tua tidak begitu saja melepaskan anaknya menikah dengan orang yang dicintai anaknya, orang tua memperhatikan betul seperti apa calon menantunya yang kelak akan mendampingi anaknya, mereka tidak ingin anaknya menikah dengan orang yang salah. Setiap orang tua tentu ingin sesuatu yang terbaik untuk anaknya. Ketika mereka menganggap bahwa seseorang ternyata tidak pantas untuk anaknya maka mereka tidak segan-segan akan memisahkanya atau mengambil tindakan lain.
Si wanita yang enggan menikah dengan si pria bukan tanpa alasan, bukan karena ia tidak mencintai kekasihnya, tetapi karena ia tahu diri dan merasa tak layak untuk menikah dengan kekasihnya. Penolakan yang terjadi ini menggambarkan bahwa seseorang yang berasal dari keluarga miskin terkadang merasa rendah diri, bukan hanya dipandang sebelah mata oleh orang-orang tetapi mereka sendiri memandang sebelah mata diri mereka sendiri. Mereka tidak menganggap diri mereka layak mendapatkan sesuatu yang lebih, dalam hal ini adalah pernikahan dari keluarga terpandang. Ketakutan akan masalah status sosial yang berbeda ternyata bukan hanya ketakutan dari keluarga yang kaya tetapi mereka yang dipandang sebelah mata pun turut mempermasalahkannya. Ini menandakan bahwa status sosial memang dipermasalahkan hampir tiap orang, meskipun tetap ada pengecualian.
Saat si wanita berniat baik untuk mengantarkan Handphone si pria yang tertinggal dirumahnya, ia justru mendapat perlakuan buruk dari ibu si pria. Niat baiknya tidak dihiraukan karena si ibu sudah terlanjur tidak suka dan akhirnya berprasangka buruk kepada si wanita. Niat baik seseorang tidak selalu disambut baik oleh orang lain . Orang cenderung berpikiran buruk terhadap seseorang yang tak disukainya meskipun ia berniat baik. Ibu si pria tersebut bersikap semena-mena terhadap wanita tersebut karena merasa derajatnya yang lebih tinggi, ia merasa bisa berbuat seenaknya dan berkata semaunya kepada si wanita. Kedudukan seseorang bisa saja mempengaruhi perilakunya, seperti seseorang merasa pantas atau tidak pantas melakukan sesuatu melihat dari kedudukannya. Apakah kedudukan membuatnya pantas melakukan hal yang demikian atau tidak.
Bukan hanya cerita cinta yang ditampilkan dalam drama ini. Lebih dari itu, drama ini menyingkap sisi kehidupan yang lebih luas dan lebih mendalam. Selain perasaan cinta, dalam drama ini juga menampilkan perasaan senasib sepenanggungan. Ini terlihat ketika si wanita yang diperlakukan kasar oleh ibu si pria justru dibela oleh pembantu yang bekerja dirumah tersebut. Pembantu yang seharusnya berada di pihak majikan malah berbalik membela si wanita yang misikin. Perasaan senasib muncul ketika melihat si wanita yang punya latarbelakang sama diperlakukan semena-mena, ada perasaan tidak terima dari diri pembantu. Kemudian kemunculan sang nenek dari si wanita yang sejak tadi membuntutinya menandakan bahwa ada kekhawatiran sendiri bagi si nenek terhadap perlakuan yang akan diterima sang cucu. Menyadari bahwa kondisi keluarganya yang berbeda, si nenek pun seolah telah tahu apa yang akan terjadi sehingga ia tidak diam saja ketika cucunya berpamitan untuk mengembalikan handphone. Si nenek melakukan perlawanan ketika melihat cucunya yang diperlakukan semena-mena oleh si pemilik rumah. Meskipun mereka adalah orang yang tiada berpunya tetapi  mereka tidak tinggal diam ketika ada orang lain yang berusaha menginjak-injak harga diri mereka. Perasaan yang dirasakan oleh mereka yaitu  ingin diperlakukan dengan baik sebagai sesama manusia merupakan hal yang wajar dan bukan dipandang sebagai sesuatu yang berlebihan, karena setiap orang pun berhak mendapatkannya.
Disela-sela pertikaian tersebut, sang pria pun datang. Kemunculan sang pria dalam drama menjadi penengah dalam permasalahan. Berada diantara dua orang yang dicintai merupakan pilihan tersulit. Ada ibunya yang telah melahirkannya, ada pula gadis yang sangat ia cintai. Namun seperti tokoh-tokoh pahlawan dalam cerita dongeng, kehadiran sang pria adalah menjadi pembela yang benar, dalam hal ini adalah si gadis miskin tersebut. Kesombongan  sang ibu harus dibayar mahal ketika sang anak akhirnya lebih memilih si wanita itu. Menasihati orang yang sedang dimabuk cinta mungkin menjadi sangat sulit. Keputusan sang pria selain karena membela kebenaran juga tidak lain karena ia telah mencintai dalam-dalam gadis itu. Cinta mungkin telah membutakan si pria, sehingga meninggalkan keluarganya demi gadis itu. Seperti kebiasaan orang terpandang, orang tua si pria pun tidak tinggal diam, mereka segera melakukan tindakan layaknya tabiat orang yang berpunya. Mereka akan melakukan apapun agar anak mereka kembali. Mereka memiliki cukup materi dan mereka merasa bisa melakukan apapun dengan uang mereka termasuk menarik kembali anak mereka.
Cinta memang dianggap suci, banyak orang yang mengagungkan cinta, namun tidak jarang orang yang tidak menghargainya, tidak memedulikannya, mengacuhkannya, dan tak sedikit orang berusaha memisahkan cinta kedua insan. Karena bagi sebagian orang, pernikahan bukan hanya tentang cinta, tetapi juga materi yang akan menghidupkan cinta. Perbedaan status sosial juga bukanlah permasalahan yang dianggap enteng bagi masyarakat umumnya, ini merupakan persoalan nyata yang sering kita temui. Kenyataannya, memang demikian, sering kita melihat sebuah hubungan cinta harus kandas di tengah jalan karena gagalnya menyatukan dua keluarga. Drama ini merupakan sebuah penggambaran tentang permasalahan nyata yang sering ditemui sepasang kekasih dari status sosial yang berbeda. Bagaimanapun juga memilih antara cinta atau keluarga merupakan pilihan tersulit, dan perlu memikirkan matang-matang sebelum mengambil keputusan.
Drama yang dimainkan oleh siswa-siswi salah satu SMA di Jawa Tengah ini memang memiliki alur yang menarik untuk diikuti. Selain itu, drama ini menjadi lebih mengena karena dimainkan oleh anak muda, yang nantinya mungkin akan menemukan masalah yang sama seperti drama yang mereka mainkan. Namun begitu amanat dalam drama ini tidak sepenuhya tersampaikan. Drama yang seharusnya menyajikan kisah sedih dan mengharukan justru berubah menjadi seperti drama komedi yang mengundang banyak tawa dari penonton. Hampir ditiap adegan, para penonton mentertawakannya. Para pemain gagal membawa para penonton kedalam kisah cinta yang dramatis. Ini terjadi karena drama ini ditonton oleh teman sekelasnya sendiri yang suka menggoda ketika para pemain sedang berakting, akibatnya pemain pun tak kuasa menahan tawa sehingga merusak penjiwaan karakter yang mereka mainkan. Karena terlalu sering tertawa, ekspresi wajah mereka pun akhirnya berubah-ubah, ekspresi mereka jadi kurang menggambarkan karakter yang mereka mainkan, terkadang mereka serius mendalami peran, terkadang pula wajah mereka terlihat menggelikan ketika sedang tertawa ataupun menahan tawa.
Riasan wajah mereka sangat kurang, bahkan mereka terlihat seperti tidak mengenakan riasan wajah. Tokoh ibu si pria misalnya, tokoh ibu yang seharusnya digambarkan dengan riasan wajah yang mencolok dengan perhiasan seperti gelang atau semacamnya justru digambarkan seperti anak remaja sehingga tidak terlihat sebagai ibu si pria tetapi lebih terlihat atau lebih cocok menjadi kakak si pria tersebut. Peran pembantu yang seharusnya didandani seperti muka orang susah pun tidak terlihat, sehingga jika sang pembantu tidak membawa properti seperti lap, maka dia benar-benar tidak terlihat seperti layaknya seorang pembantu, tetapi lebih terlihat seperti anak remaja biasa.  Tokoh sang ayah dari si pria tersebut juga kurang menggambarkan karakternya sebagai seorang ayah dan lebih terlihat seumuran dengan anaknya, riasan seperti kumis atau janggut palsu mungkin bisa ditambahkan kepada tokoh ayah agar tidak terlalu terlihat seumuran. Meski begitu, pemain karakter nenek dalam drama ini riasannya sudah cukup bagus dan tampak seperti nenek-nenek sungguhan. Begitu pula dengan tokoh utama wanita dan tokoh utama pria.
Selain riasan, tentunya busana juga bisa dijadikan alat untuk memperkuat karakter dalam drama. Busana sebagai tolak ukur status seseorang dan kedudukan seseorang didalam drama. Busana itu menggambarkan karakter apa yang sedang mereka mainkan. Sayangnya, karakter ibu dalam drama ini tidak didukung oleh busana yang menggambarkan kedudukannya sebagai seorang ibu. Busana yang digunakan pemeran tokoh ibu terkesan seperti busana remaja sehingga lagi-lagi tokoh ibu terlihat lebih cocok menjadi seorang kakak. Begitu pun busana yang digunakan oleh si pembantu kurang menggambarkan kedudukannya sebagai pembantu. Sementara tokoh-tokoh lain busananya sudah cukup menggambarkan kedudukan karakter yang mereka bawakan, meskipun masih saja kurang.
Mengenai tata suara, drama ini juga mempunyai kekurangan. Suara para pemain terkadang tidak jelas pelafalannya dan sering terdengar samar-samar, kecuali suara tokoh ibu yang sedang marah saat itu sudah cukup jelas. Suara ricuh dari penonton juga mengganggu suara pemain yang sedang berakting, sehingga mungkin inilah penyebab suara para pemain terdengar samar. Apalagi drama ini berupa rekaman sehingga adalah hal yang wajar jika suaranya agak samar bahkan terdengar rusak karena berbaur dengan suara penonton.
Gerakan para pemain sudah cukup bagus tetapi ada beberapa gerakan yang kurang pas dan mengganggu jalannya drama. Seperti gerakan melihat penonton saat penonton sedang menggoda atau meledek dan gerakan menahan tawa. Terlihat pula gerakan yang malu-malu saat tokoh utama pria sedang beradegan dengan tokoh utama wanita. Gerak- gerik tokoh ibu dalam drama ini sudah cukup bagus terutama adegan saat tokoh ibu sedang marah. Sementara gerak- gerik tokoh ayah dalam drama ini tidak terlalu banyak. Namun, meski begitu beberapa gerakan dalam adegan drama ini terlihat tidak fokus sehingga pengahayatan pun kurang dan jauh dari harapan. Dalam drama ini juga pemain sering membelakangi penonton (bloking), bukan hanya sekali atau dua kali. Alur pergantian pemain pun tidak jelas dan tidak beraturan. Pemain asal masuk atau asal keluar saja dalam drama sehingga pergantian tokoh dan pergantian adegan terkesan berantakan. Adegan demi adegan dalam drama ini juga terkesan terburu-buru sehingga penonton kurang bisa menikmati akting pemain di tiap adegan.
Tata panggung  seperti latar tempat pun sangat kurang. Penataan panggung atau tempat pertunjukkan drama tidak disiapkan dengan baik sehingga yang terjadi adalah tata panggung kurang menggambarkan latar tempat yang seharusnya menggambarkan cerita dalam drama, seperti latar rumah. Properti yang digunakan pun sangat minim dan kurang, properti yang ada belum mendukung penggambaran latar tempat dan suasana. Jarak pemain drama dengan penonton juga terlalu dekat sehingga merusak pemandangan dalam drama ini. Batas antara area drama dan area penontonpun juga tidak jelas sehingga kericuhan penonton begitu terlihat mengganngu jalannya drama.

Selain itu, karena drama ini merupakan rekaman. Maka sudah pasti dalam drama ini ada proses pengambilan gambarnya. Teknik pengambilan gambar dalam drama ini bisa dikatakan sangat buruk bila harus dibandingkan dengan drama-drama dalam film yang biasa tampil di televisi. Kamera yang digunakan bukanlah kamera yang biasa digunakan untuk penyutingan drama sesungguhnya, ini bisa kita lihat dari kualitas rekamanya, atau mungkin bisa saja drama ini justru direkam menggunakan handphone atau semacamnya. Pengambilan gambar yang dilakukan tidak fokus artinya terlalu banyak gerakan yang diambil sang pengambil gambar, sehingga menurunkan kualitas drama. Meski begitu hal ini menjadi wajar-wajar saja karena drama ini dibuat oleh siswa, sehingga drama ini pun merupakan bagian dari proses pembelajaran para siswa, sehingga kekurangan yang demikian tak perlu dijadikan masalah serius, karena kesalahan yang terjadi bisa menjadi koreksi agar drama yang dibuat selanjutnya menjadi lebih baik. Dengan demikian drama ini cukup layak ditonton dan dijadikan pembelajaran bagi siswa lain. 

TUGAS BAHASA INDONESIA - MEMBUAT TEKS PROSEDUR

PROSEDUR MENGGAMBAR MENGGUNAKAN KRAYON LILIN

Menggambar menggunakan krayon lilin berbeda dengan menggambar biasa. Perbedaan itu terletak pada prosedur, alat-alat, dan pewarnaannya. Untuk mengetahui cara menggambar dan mewarnai yang baik dengan menggunakan krayon lilin, Anda perlu memperhatikan langkah-langkah berikut agar gambar yang Anda buat maksimal dan memuaskan.

  1. Pertama-tama gambarlah sketsa suatu objek misalnya sketsa gambar ayam pada selembar kertas menggunakan pensil yang agak lunak atau Anda bisa juga menggambar langsung dengan krayon. Pastikan Anda menggambar dengan detail. Setelah sketsa selesai dibuat, mulailah untuk diwarnai.
  2. Gunakan lapisan warna kuning muda untuk bagian leher, kemudian warnai sayapnya dengan warna cokelat tua.
  3. Warnailah pangkal ekornya menggunakan krayon warna hijau tua yang digoreskan pada sudut yang tepat diatas kertas.
  4. Gunakan krayon warna hijau muda untuk bagian ujung bulu dengan posisi krayon hampir horizontal pada kertas dan untuk pangkal ayam beri warna merah kemudian batasi bentuknya.
  5. Lanjutkan dengan menggunakan warna kuning tanah untuk bagian bawah sayap dan kuning muda untuk kakinya.
  6. Campurkan warna merah diatas warna kuning tanah dan gosoklah warna itu bersamaan dengan sedikit tekanan.
  7. Buatlah batas antara bagian leher dan sayap dengan warna orange.
  8. Warnailah paruhnya dengan warna abu-abu dan isilah dengan warna kuning.
  9. Pada saat mewarnai latar belakang, gunakan secarik kertas untuk menutupi bidang yang lebih rendah. 
  10. Beri warna merah pada jengger dan beri beberapa goresan dengan warna merah juga, tambahkan pula goresan warna biru tua.
  11. Kemudian buat garis batas dari paruhnya.
  12. Dengan krayon yang runcing , gambarlah garis batas matanya dan bayangan paruhnya.
  13. Untuk bulunya, gunakan warna hijau muda dengan posisi krayon horizontal pada kertas untuk membuat goresan yang tebal.
  14. Warnailah bayangan ayam jago dengan warna abu-abu dengan poisisi krayon horizontal pada kertas.
  15. Terakhir, gambarlah goresan bebas dengan warna putih untuk bagian pangkal bulu. Hal ini akan memberikan efek yang terang.
Setelah gambar dengan objek ayam selesai dibuat, Anda bisa mencoba menggambar dengan objek lain. Semakin sering Anda menggambar, gambar yang Anda buat akan semakin bagus dan Anda akan terbiasa menggambar menggunakan krayon lilin.

TUGAS BAHASA INDONESIA - MEMBUAT CERPEN - RAKA BUMI

RAKA BUMI

Kisah ini berawal dari seorang pemuda yang tampan bernama Rakabumi yang jatuh hati pada seorang putri bangsawan yang cantik jelita yang bernama Restiti. Namun, karena pemuda tersebut adalah orang yang miskin, orang tua sang putri pun tidak menyukai pemuda tersebut. Namun, perjuangan Raka untuk mendapatkan hati orang tua sang putri pun tidak berhenti sampai disitu.
Pada suatu ketika, sekelompok pemberontak yang dipimpin oleh Sutejo mengepung keraton, tempat tinggal sang putri dan keluarganya. Tejo memaksa sang putri untuk dijadikan istri, namun sang putri menolak karena ia tahu bahwa Tejo bukanlah laki-laki yang baik. Kemudian ibu sang putri membuat sayembara bahwa barang siapa yang berhasil mengusir para pemberontak dan menyelamatkan sang putri , maka akan dinikahkan dengan putrinya. Mendengar berita seyembara tersebut, Raka berniat mengikutinya agar sang putri dan keluarganya selamat dari para pemberontak tersebut.
Untuk mengalahkan para pemberontak, Raka meminta bantuan teman-temannya di padepokan. Teman-temannya pun bersedia membantu Raka mengalahkan para pemberontak. Perang panaspun dimulai, Raka bersama teman-temannya menghadang Tejo dan kawanannya. Perang berlangsung sangat sengit. Banyak korban berjatuhan baik dari pemberontak maupun teman-teman Raka. Hingga akhirnya tersisa hanya Tejo dan Raka seorang. Raka yang babak belur masih tetap berdiri melawan Tejo. Akhirnya Tejo tewas ditempat dan peperangan dimenangkan Raka.
Setelah kemenangannya melawan Tejo, Raka pun menagih janji kepada orang tua sang putri, namun orang tua sang putri mengingkari janjinya itu, karena mereka malu jika mempunyai menantu yang miskin seperti Raka.
Raka memang pemuda yang baik, jadi ia tahu diri bahwa dirinya memang tidak pantas menikah dengan sang putri meskipun ia telah memenangkan sayembara itu. Ia menyelematkan putri bukan semata-mata karena ingin menikahi sang putri, tetapi ia ikhlas melakukan itu semua demi menyelamatkan sang putri dan keluarganya. Biar bagaimanapun sang putri dan keluarganya adalah bagian dari kerajaan yang harus ia bela sampai titik darah penghabisan.
Sang putri pun memberontak meminta kepada orangtuanya untuk menepati janji yang telah dibuatnya, tetapi orang tuanya tidak mendengarkan permintaan putrinya itu. Akhirnya sang putri melarikan diri dari keraton. Diperjalanan ia melihat Raka sedang berlatih bela diri, lalu sang putri menghampirinya. Sang putri kagum terhadap ilmu beladiri yang dipelajari raka. Ia pun meminta Raka untuk mengajarinya ilmu beladiri. Raka pun mengajari sang putri ilmu bela diri tersebut.
Orang tua sang putri menyadari bahwa sang putri melarikan diri dari keraton, lalu mereka bergegas mencari sang putri. Dalam perjalanan, mereka melihat sang putri sedang berlatih bersama Raka. Melihat betapa bahagianya sang putri berlatih beladiri besama Raka. Akhirnya orangtua sang putripun luluh hatinya. Mereka menyetujui pernikahan Raka dan putrinya itu. Merekapun menikah. Setelah menikah putri dan Raka menyebarkan ilmu beladiri tersebut ke seluruh wilayah keraton dan sekitarnya untuk membela kebenaran.



TUGAS BAHASA INDONESIA - MEMBUAT CERPEN - THE INVISIBLE MESSAGE

THE INVISIBLE MESSAGE

            “Luna cepat bangun, sudah jam 5 pagi ini !!” Suara keras ibu terdengar samar-samar di telinga Luna. Sambil mengucek-kucek mata, Luna bangkit dari ranjang empuknya. Perlahan-lahan ia membuka mata. Betapa kaget ia melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 5. Ia segera bergegas lari ke kamar mandi. Luna memang sudah biasa bangun pukul 5 dini hari, namun khusus untuk hari ini seharusnya ia harus bangun lebih awal karena ini adalah hari yang sangat spesial dalam hidupnya. Hari ini adalah hari pengumuman kelulusan sekaligus acara perpisahan SMA nya. Ini adalah momen yang hanya terjadi sekali seumur hidup, momen yang sangat ditunggu-tunggunya selama 12 tahun ia mengenyam pendidikan. Bukan hanya itu, hari ini juga menjadi sangat spesial baginya karena ini adalah hari perayaan jadian ia dan kekasihnya. Sudah hampir 5 tahun ia dan kekasihnya menjalani hubungan asmara ini. Lima tahun bukanlah waktu yang sebentar apalagi untuk ABG seperti dirinya. Rata-rata teman di sekolahnya berpacaran paling hanya beberapa bulan setelah itu putus. Banyak teman-temannya iri melihat Luna mempunyai kekasih yang sangat perhatian dan sangat setia. Meylan sahabatnya,  hanya bisa menggigit jari ketika melihat Luna bermesraan dengan kekasihnya. Luna dan kekasihnya memang saling menaruh rasa kepercayaan yang tinggi satu sama lain. Itulah sebabnya mengapa hubungan mereka begitu awet.

            Setelah Luna selesai mandi ia segera bersiap-siap pergi ke salon milik ibunya Meylan untuk dirias. Keluarga Meylan mempunyai sebuah salon yang dibangun tepat disamping rumahnya. “Jam segini kok baru dateng na ? Sudah hampir jam 6 loh ini. Nanti kita terlambat.” kata Meylan kepada Luna ketika Luna baru datang. “Aduh sorry nih, aku kesiangan hari ini.” Luna mengeles. “ Ya sudah sanah cepat masuk, ibuku sudah menunggu tuh.” kata Meylan dengan nada kesal. Beberapa menit kemudian, mobil Hanan datang menjemput mereka berdua. Hanan adalah pacar Luna sejak SMP. Mereka jadian saat masih kelas 8 semester 1. Luna masih ingat benar ketika itu jam pulang sekolah, Hanan dan teman-temannya mendatangi kelasnya. Waktu itu Hanan membawa setangkai mawar dan sebatang cokelat, lalu ia mengungkapkan perasaannya kepada Luna. Teman-teman Hanan pun bersorak ramai ketika Luna mengatakan “YA” kepada Hanan. Sungguh romantis sekali momen saat itu. Ia tak pernah melupakannya, tak akan pernah. Meskipun sudah hampir 5 tahun mereka bersama, namun sikap romantis Hanan tak pernah berubah. Setiap hari ia selalu sama, tak ada bedanya. Luna sangat mencintai kekasihnya itu. Hanan adalah salah satu motivasi terbesarnya untuk belajar di sekolah. Hanan merupakan anak yang rupawan, selain itu ia juga sangat pintar. Ia pernah menjadi juara 3 OSN biologi SMP tingkat nasional. Dikelas ia selalu masuk peringkat 3 besar. Cita-citanya untuk menjadi dokter seperti ayahnya sangatlah besar. Tak heran mengapa banyak adik kelas juga teman-temannya yang suka padanya, bahkan kakak kelas pun diam-diam juga suka padanya. Luna sangat beruntung bisa jadi kekasihnya. Meylan sahabat Luna tahu betul perjalanan kisah cinta mereka berdua. Aih, sungguh romantis.

            Luna, Hanan, dan Meylan pun sampai disekolah. Mereka bertiga berpisah memasuki kelasnya masing-masing untuk persiapan acara perpisahan. Jam menunjukkan pukul 8, siswa kelas 12 segera bersiap pergi ke lapangan sekolah yang ditengahnya telah dipasang panggung megah untuk perpisahan. Mereka duduk di kursi yang telah disediakan. Kursi barisan awal adalah kursi untuk bapak dan ibu guru, setelah itu kursi dibelakangnya untuk kelas 12, dan dibelakangnya lagi kursi untuk orang tua, lalu dibelakangnya lagi kursi untuk kelas 10 dan 11. Tetapi banyak anak kelas 10 dan 11 yang tidak duduk. Mereka tidak duduk bukan karena tidak mendapatkan kursi melainkan karena mereka ingin berdiri melihat panggung lebih dekat. Perpisahan dimulai dengan sambutan-sambutan setelah itu ada hiburan dari kelas 10 dan 11. Kelas 12 pun ikut mengisi panggung tersebut. Hanan dan teman bandnya yang semuanya anak kelas 12 turut tampil dipanggung tersebut. Mereka menyanyikan 2 buah lagu, yaitu Laskar Pelangi dan Perpisahan Termanis. Siswa kelas 10 dan 11 bersorak ramai ketika Hanan dan bandnya tampil. Maklum hampir semua teman bandnya adalah anak-anak yang ngehits di sekolah, jadi mereka punya banyak fans. Perpisahan diakhiri dengan pengumuman kelulusan. Siswa di SMA tersebut lulus 100% dengan peringkat NEM tertinggi diraih oleh Hanan kemudian Viko dan yang ketiga yaitu Rasti. Mereka bertiga adalah anak-anak yang cerdas yang selalu mengharumkan nama sekolah terlebih lagi Hanan. Selain menjadi peringkat satu di kelas, ia juga menjadi peringkat 3 NEM tertinggi tingkat nasional. Berbeda dengan Luna, nilai ujian nasionalnya hanya pas-pasan, tetapi ia bersyukur bisa lulus tahun ini.

            Setelah kelulusan, mereka pun pusing untuk memilih perguruan tinggi. Untuk anak-anak brilian seperti Viko dan Rasti memang sangat mudah mencari perguruan tinggi, beberapa teman Luna masuk perguruan tinggi negeri favorit melalui jalur undangan, jalur yang hanya bisa ditempuh oleh mereka yang masuk 10 besar dikelas. Mereka yang tidak punya kesempatan mengikuti jalur undangan lalu mengambil jalur masuk melalui SMPTN atau SMBPTN. Luna telah mencoba kedua test tersebut namun gagal. Ia tidak diterima. Jalan terakhir adalah dengan mengikuti ujian mandiri. Akhirnya Luna pun diterima di perguruan tinggi favorit yang tempatnya masih didalam kota, meskipun banyak uang yang akhirnya melayang. Meylan sahabatnya diterima di sekolah pramugari di luar kota. Meylan memang mempunyai postur tubuh yang bagus, selain itu dia juga pintar. Dulu semasa SMA, Meylan mengikuti ekstrakulikuler baris-berbaris. Cita-citanya dari kecil adalah menjadi pramugari. Sementara itu Hanan belum menentukan akan masuk mana. Hanan tidak mengambil jalur undangan dan juga tidak mengambil jalur SNMPTN dan SMBPTN, tidak pula mengambil jalur mandiri. Luna sangat heran dengan Hanan mengapa ia hingga kini belum menentukan akan masuk mana padahal ujian mandiripun sudah berlalu. Setiap kali Luna menanyakan kepada Hanan akan masuk mana pasti dengan santainya Hanan selalu menjawab “Aku gak tau mau masuk mana, masuk kedalam hatimu aja kali ya.” Hanan memang sering sekali ngegombalin Luna, tapi terkadang Luna jadi geram sendiri ketika ia sedang serius tetapi malah dibalas dengan bercanda. Hanan memang labil, pikir Luna.

            Setelah liburan yang panjang berlalu, hari-hari pun menjadi menegangkan karena sebentar lagi akan ada ospek di perguruan tinggi tempatnya berkuliah. Ospek memang hal yang menegangkan bagi kebanyakan mahasiswa karena ospek inilah untuk pertama kalinya siswa diajak mengenal lingkungan kampus dan juga dosen-dosen nya juga seniornya. Dimata mahasiswa baru seperti Luna, ospek memang identik dengan tugas-tugas yang memberatkan dan melelahkan. Ospek di kampusnya dilaksanakan selama seminggu. Sudah terbayang dibenak Luna bahwa nantinya selama seminggu ia akan sering lembur, dan ternyata benar juga dugaan Luna. Tugas-tugas ospek memang banyak menguras waktu dan tenaga. Seminggu setelah ospek selesai, Luna pun jatuh sakit, mungkin karena ia kelelahan. Sudah seminggu ini juga tidak ada kabar dari Hanan, ia tak tahu Hanan masuk mana. Luna pun jarang berkomunikasi dengan Hanan karena ia sedang sibuk menjalani hari-hari baru di kampus. Keesokan harinya, hari minggu, tepat pukul 10 pagi, Hanan mendatangi rumah Luna tanpa memberi kabar terlebih dahulu. Hanan mengajak Luna jalan-jalan seharian penuh. Tidak seperti biasanya, Hanan mengajak Luna jalan-jalan hingga jam 12 malam. Luna pun meminta pulang karena ia ditelepon terus-menerus oleh ibunya. Lalu Hanan pun mengantarkan Luna pulang kerumahnya. Ketika mereka sampai didepan rumah Luna, Luna pun segera membuka pintu mobil, namun tangan Hanan meraih tangan Luna dan menggenggamnya dengan erat saraya berkata “Tunggu sebentar, jangan pergi dulu.”. Luna terkejut “Ada apalagi sih, inikan udah jam 12 malem, udah malem banget, aku mau buru-buru masuk rumah, lagian ga enak dilihat tetangga pulang jam segini. Ngomongnya dilanjut besok pagi aja ya.” Kata Luna. “ Besok pagi aku bakal pergi.” kata Hanan. “Apa ? Pergi kemana ?” Luna penasaran. “Besok pagi aku pergi ke bandara, aku mau ke Amerika, aku mau kuliah disana.” kata Hanan sambil menatap tajam mata Luna. “Apa ? Kamu bercanda kan ?” Luna terkejut, matanya berkaca-kaca. “Kali ini aku serius, maafin aku.” Kata Hanan. Sejenak Luna terdiam, air matanya tak terbendung dan akhirnya tumpah juga. Keadaan menjadi hening, mereka saling bertatapan. “Kenapa kamu ngga kuliah di Indonesia aja sih, disini kan banyak universtas favorit yang ga kalah hebatnya dengan universitas diluar sana.” Luna terisak. “ Hidup ini adalah pilihan dan inilah pilihanku.” kata Hanan. “Tapi aku gak mau kamu pergi. Aku gak bisa jauh-jauh dari kamu. Please jangan pergi.” Luna memohon. “ Maafin aku, tapi itu keputusanku, kamu harus belajar pacaran jarak jauh. Aku janji aku bakal setia sama kamu meskipun kita jauh. Aku janji setiap hari bakal teleponin kamu, smsin kamu, videocall-an, pokoknya aku akan selalu ada buat kamu. Kamu jangan khawatir, aku bakal baik-baik aja kok, gak ada yang perlu kamu takutin. Kamu jaga baik-baik dirimu sendiri. Jangan nakal, yang nurut sama orang tua, jangan males belajar, juga harus jaga kesehatan, jangan terlalu sibuk, tetap semangat ya. Aku mencintaimu sampai akhir hayatku.” kata hanan. Air mata Luna bertambah deras mendengar kata-kata Hanan. “ Aku juga cinta sama kamu. Cinta banget.”  air mata Luna terus mengalir. Hananpun memeluk Luna dan berkata “Besok aku pergi ke bandara jam 9, kamu siap-siap ya besok.”. “ Ya besok aku pasti datang.” isak Luna, lalu Hanan melepaskan pelukannya. Luna pun kembali kerumah. Sementara itu, mobil Hanan berlalu pergi.

            Keesokan harinya, Luna bangun tepat pukul 9, ia kesiangan karena kemarin ia tidur larut malam setelah jalan-jalan seharian bersama Hanan. Luna terkejut melihat jam menunjukkan pukul 9. Tanpa pikir panjang, dengan masih mengenakan baju tidur, ia segera bergegas mencari kunci motor, dan lalu berangkat ke bandara. Di bandara ia mencari-cari Hanan tetapi ia tak kunjung menemukannya, berkali-kali ia menghubungi Hanan tetapi tidak bisa. Lunapun akhirnya duduk di kursi dan menangis sejadi-jadinya. Ia ingin sekali bertemu Hanan. Ia menyesal kenapa ia bisa bangun kesiangan. Tiba-tiba dari belakang ada yang menepuk bahunya. Ternyata Hananlah yang menepuk bahunya, lalu Luna segera memeluk Hanan sambil menangis. “ Kamu kemana aja sih, aku dari tadi nyariin kamu tau gak, aku telepon kamu tapi gak bisa-bisa.” Luna marah sambil menangis. “Sorry tadi Hp-ku mati, nih baru aku nyalain.” Kata Hanan. “ Ah kamu nyebelin banget.” kata Luna. “ Biarpun sebel tapi cinta kan ? hayo ngaku ? ”  lagi-lagi Hanan menggoda Luna. “ Tahu ah.” Luna tersipu malu. “By the way, kamu belum mandi ya ? belum sikat gigi, belum cuci muka juga, masih pake baju tidur lagi. Hm pantes masih bau iler. Pasti tidurnya ngiler nih.” ejek Hanan. “ Ih apaan si, tau ah, dasar nyebelin.” Luna memukul-mukul Hanan. “ Ohya kamu nanti di Amerika tinggal sama siapa ? ” tanya Luna. “ Sama kakaku.” kata Hanan. “ Oh Mba Fatma itu ya ? Bukannya dia lagi kuliah di German ? ”tanya Luna. “ Kuliahnya udah selesai, sekarang dia kerja di California, Amerika.” kata Hanan.

Sebentar lagi pesawat dengan tujuan California, Amerika Serikat akan lepas landas, Hanan sudah berada di pesawat. Sementara itu Luna segera pulang.

Sudah 3 tahun berlalu, Hanan berjanji bahwa ia di Amerika hanya sampai 4 tahun setelah itu pulang. Tinggal setahun lagi Hanan akan pulang. Luna merasa ada yang aneh dengan Hanan. Di awal tahun pertama Hanan tiba di California hingga tahun kedua, Hanan masih sering menelepon Luna, tetapi memasuki tahun ketiga, Hanan sudah tidak pernah menelepon Luna lagi, paling-paling hanya smsan, tiap kali Luna menelepon Hanan pasti tak pernah diangkat, justru Hanan pernah mengirim pesan bahwa jika Luna ingin menghubungi Hanan lebih baik lewat sms saja, jangan lewat telepon. Hanan bilang melalui sms bahwa ponselnya rusak jadi ia tidak bisa menerima telepon, paling-paling hanya untuk sms ia masih bisa. Namun Luna merasa ada yang ganjil dengan Hanan, ia khawatir Hanan selingkuh atau sudah tidak cinta lagi kepadanya. Luna juga berpikir jangan-jangan Hanan sudah menemukan wanita lain dan mencoba mengakhiri hubungan dengan Luna secara pelan-pelan. Berbagai pikiran negatif meracuni pikiran Luna. Terlebih lagi Hanan selalu menolak jika berkomunikasi melalui videocall di internet, tidak seperti biasanya. Namun Luna mencoba untuk berpostif thinking barang kali yang dikatakan Hanan melalui sms memang benar.

Liburan semester 5 ini, Meylan yang sekolah di luar kota pulang ke kotanya. Luna sudah sangat rindu dengan sahabatnya yang satu ini. Luna pun mengajak Meylan yang baru datang dari luar kota ini untuk berjalan-jalan. Di siang hari mereka berdua makan di warung bakso dekat alun-alun. Sambil makan siang, Meylan bercerita panjang lebar tentang sekolahnya. Sementara itu, sambil mendengar cerita Meylan, Luna sibuk smsan. Karena merasa dikacangin, akhirnya Meylan marah “ Ih kamu loh dari tadi aku ngomong ngga didengerin, smsan terus, smsan sama siapa sih sebenarnya, gebetan baru ya ? Baru beberapa bulan aja udah cari penggantinya.” kata Meylan. “ Maksudmu apa ? Beberapa bulan gimana ? Siapa yang cari penggati ? Aku ngga maksud kamu ngomong apa ?.” Luna heran. “ Loh itu kamu lagi smsan sama siapa lagi kalau bukan sama gebetan barumu ?” tanya Meylan. “Kamu gak usah ngarang deh, aku tuh ngga punya gebetan baru, kan aku kan masih pacaran sama Hanan, nih aku lagi smsan sama Hanan, liat aja nih kalau ngga percaya.” kata Luna. Meylan yang sedang makan bakso tersedak mendengar kata-kata Luna. Luna pun kaget, ia tidak mengira Meylan akan terkejut seperti itu, ia menjadi penasaran sebenarnya ada apa. “ Kamu kalau makan bakso yang bener dong, jadi keselek deh.” kata Luna. “ Sebenarnya kamu kenapa sih, kok kaget banget denger aku smsan sama Hanan, biasa aja kali.” kata Luna. Meylan kemudian menatap dengan tatapan aneh kepada Luna kemudian dia merebut Hp dari genggaman tangan Luna. Luna pun kaget ketika Meylan merebut Hpnya dan membuka kotak masuknya. “ Lun, yang di kotakmasukmu itu sms dari Hanan yang mana ? temen kuliah kamu apa ? ” tanya Meylan dengan muka terkejut. “ Ini sms dari Hanan pacarku lah, siapa lagi, aku cuma kenal sama satu Hanan, gak ada Hanan yang lain. Kamu kenapa sih kok gak kaya biasanya. Kamu kayanya kaget banget.” kata Luna. Muka Meylan langsung pucat seketika. “Meylan kamu kenapa sih ? Ada apa ? Kamu ngumpetin sesuatu dari aku ?”  tanya Luna curiga. “ Apa ? Nggak kok ngga papa. Ohya Lun, kamu harus temuin Hanan sekarang juga, kamu harus pergi ke Amerika, pokoknya kamu harus kesana ?” kata Meylan. “ Apa ? Kenapa aku harus kesana ? Tinggal setahun lagi juga Hanan pulang ke Indonesia. “ Kata Luna. “ Hanan nggak akan pernah balik ke Indonesia.” kata Meylan. “ Apa ? Kenapa dia ga bakal balik ke Indonesia ? Maksud kamu apa ?.” tanya Luna. Meylan lalu menghela nafas panjang. “ Hanan udah meninggal 5 bulan yang lalu.” kata Meylan. Luna pun pingsan, lalu dengan bantuan pedagang bakso, dia dibawa ke mobil Meylan. Lalu Meylan mengantarkan Luna pulang kerumah dan menunggunya hingga sadar. Setelah Luna sadar, ia langsung menangis hebat, ia langsung membanting semua barang yang ada dikamarnya, ia tidak percaya kalau Hanan telah meninggal. Meylan dan ibunya Luna segera menenangkan Luna. Setelah Luna sedikit agak tenang, Meylan menceritakan bahwa 5 bulan yang lalu, ia menerima kabar bahwa Hanan itu saat akan menjalani operasi kanker otak, setelah operasi kanker otak tersebut, Hanan dikabarkan koma selama 5 hari sebelum akhirnya meninggal. Hanan kemudian dimakamkan di California. Meylan tidak menceritakannya kepada Luna karena ia pikir bahwa Luna sudah tahu, lagi pula Luna adalah pacarnya, jadi paling tidak ia adalah orang yang pertama tahu setelah keluarganya. Tetapi ternyata Luna sama sekali tidak tahu.

“Jika Hanan telah meninggal, lalu siapa gerangan orang yang setiap hari mengirimi Luna sms ?” tanya ibu Luna. Sementara itu Luna masih menangis. “ Nah itu bu, aku juga tidak tahu siapa pengirim sms itu, mungkin saja kakaknya atau bisa juga ayah atau ibunya.” kata Meylan. “ Coba Lun, kamu sms ke nomer itu, coba kamu tanya ini siapanya Hanan ? Kalau nggak kamu telepon aja.” kata ibunya. Luna pun mengikuti kata ibunya, ia segera mengirimi sms ke nomer itu dan mencoba meneleponnya, tetapi teleponnya tak pernah diangkat, smspun sudah tidak pernah dibalas ketika Luna telah tahu bahwa Hanan telah meninggal. Akhirnya Luna dengan ditemani oleh Meylan segera lepas landas ke California, Amerika Serikat untuk menemui keluarga Hanan. Sampai di California, Luna dan Meylan segera menuju alamat keluarga Hanan yang dulu pernah Hanan berikan. Sampailah mereka disebuah rumah dengan ukuran sedang yang terlihat bersih dan terawat. Luna pun memencet bel, lalu terbukalah pintu rumah tersebut dan tampak seorang wanita yang sudah tak asing lagi baginya keluar dari dalam rumah. Wanita itu adalah Fatma, kakak kandung Hanan. Fatma pun langsung memeluk Luna. Luna pun menangis. Fatma lalu mempersilakan Luna dan Meylan untuk masuk. Lalu Fatma menceritakan semuanya kepada Luna. Fatma mengatakan “Hanan sejak kecil memang menderita kanker, ia tahu bahwa hidupnya hanyalah sebentar, karena itu semangatnya luar biasa dalam menjalani hidup, ia tidak pernah menyia-nyiakan waktunya meski hanya satu detik, ia sangat menghargai waktu dan ia sangat menyayangi orang-orang disekitarnya, dari luar mungkin ia tampak seperti orang sehat wal’afiat tetapi sebenarnya hampir setiap hari ia merasakan pusing yang sangat hebat, namun ia selalu menahanya. Hanan selalu mengatakan padaku bahwa ia sangat mencintaimu, dan ia sangat takut jika suatu saat ia akan pergi dari hidupmu. Tetapi setiap hari ia bersikap seolah tidak akan terjadi apa-apa, ia tak mau mengecewakan orang-orang disekitarnya. Tiga tahun yang lalu saat ia lulus SMA, ia tidak melanjutkan ke perguruan tinggi karena ia tahu hal itu akan sia-sia. Setelah lulus SMA, ia pergi kesini ke California bukanlah untuk kuliah melainkan untuk pengobatan, karena penyakitnya bertambah parah. Ia mengatakan padamu bahwa ia datang kesini untuk berkuliah itu hanyalah agar kamu tidak mengkhawatirkannya. Sebenarnya ia tidak pernah berkuliah. Setiap hari ia hanya menjalani pengobatan. Dan akhirnya dokter menyarankan agar segera dioperasi. Sebelum operasi berlangsung, ia mengatakan padaku bahwa apapun yang terjadi nanti, ia meminta agar kamu tidak diberitahu, sampai kamu akhirnya tahu sendiri. Operasi tersebut memang berhasil, tetapi Hanan koma selama 5 hari dan akhirnya dia meninggal.” tutur Fatma. Luna pun menangis mendengar cerita Fatma. “ Maaf mba Fatma saya mau nanya, kan Hanan sudah meninggal lalu ponselnya dipegang siapa ?.” tanya Meylan. “ Ohh, ponsel Hanan masih ada disaya.” kata Fatma. “ Berarti yang selama ini sms Luna itu mba Fatma ya ?” tanya Meylan. “ Hah, sms apaan ? Ponselnya Hanan memang masih diaku, tapi aku gak pernah pakai, sumpah !!, lagi pula ponselnya Hanan ada kata sandinya, jadi kan aku gak bisa buka.” kata Fatma. Fatma lalu mengambil ponsel milik Hanan dan menyerahkannya pada Meylan dan memang benar bahwa ponsel milik Hanan memang ada kata sandinya. “ Loh, terus kalo mba fatma gak pernah pakai ponsel ini terus yang setiap hari ngirimin Luna pesan itu siapa ?” tanya Meylan. Luna lalu menyerahkan ponselnya pada Fatma dan Fatma sangat terbelalak melihat sms-sms itu. “ Aku gak tau sumpah, disini aku tinggal sendirian. Bapak sama ibu lagi pergi ke German udah 3 bulan jadi gak mungkin mereka yang pake ponsel ini.” kata Fatma. Luna, Meylan, dan Fatma pun saling bertatapan satu sama lain. Hawa berubah menjadi dingin seketika. Bulu kuduk Fatma berdiri. (TAMAT).

  

TUGAS BAHASA INDONESIA - CONTOH KARAKTERISTIK CUPLIKAN NOVEL

1. KUTIPAN 1
Perempuan setengah baya di hadapanku tersenyum riang. Begitu juga dengan ayah. Senyum itu sudah cukup membuat aku merasa senang sekaligus bangga. Selanjutnya mereka  aku bawa ke area pondok puteri. Aku mengajak mereka naik ke blok, mumpung penghuninya lagi pada sekolah. Kalo enggak, aku takut mereka pingsan di tempat melihat teman-temanku yang always ramai, berisik, dan ribut.

Sudut Pandang : Orang pertama pelaku utama

2. KUTIPAN 2
“Nggak.yanuar baik kok. Meskipun aku sering ngerjain dia tapi dia nggak pernah telat ngasih info Daniel ke aku. Buktinya, lihat aja koleksi pribadi Danielku. 80% sumbangannya loh,”terangku berapi-api.

Jenis Penokohan :  Penggambaran tidak langsung melalui tokoh lain

Watak Yanuar : baik 

3. KUTIPAN 3
“Boleh aku bantu menjelaskan,”tiba-tiba Yanuar menyela.
“Huuuu….,”sorak teman-teman kompak.
Yanuar tak peduli. Dengan pede, ia berdiri dari duduknya, kemudian mengambil alih.

Jenis Penokohan :  Penggambaran tidak langsung melalui perbuatan tokoh  

Watak Yanuar : percaya diri, suka membantu

4. KUTIPAN 4
Cewek gokil yang satu ini memang bisa saja menarik perhatianku. Tampa menunggu lama segera kuayunkan langkah mengikutinya, ikut bergabung bersama rombongan camping teman-teman SMU Sebelas Maret. Kegiatan camping dalam rangka liburan akhir pekan sehabis terima rapor.

Jenis Penokohan : Penggambaran langsung dijelaskan oleh pengarang

5. KUTIPAN 5
Tiffani duduk di sebelahku, takjub melihat suasana kebun yang asri. Juga, suara burung yang berkicau dengan riang. Yanuar, Ipuk, Wira, dan Ardiansyah tidur telentang memejamkan mata, menikmati matahari pagi .Membiarkan sinarnya yang hangat menyapu wajah mereka

Latar Waktu = pagi hari

6. KUTIPAN 6
Ibu mengangguk, sekali lagi memamerkan senyum yang sedikit membuatku tenang. Kami berjalan beriringan, menuruni anak tangga dengan sisa-sisa perasaan sedih yang tidak terbaca oleh siapapun

Latar suasana = sedih

7. KUTIPAN 7 
Guyonanku dengan ayah dan Panji pun terhenti. Kulempar pandanganku mengikuti arah telunjuk ibu. Membaca sebaris kalimat berbunyi : Selamat datang di kota ASRI Wonosobo. Aku menarik napas panjang. Sebentar lagi aku akan benar-benar menginjakkan kaki di kota ini dan menjadi bagian darinya.        

Latar Tempat = wonosobo


TUGAS BAHASA INDONESIA - MEMBUAT TEKS NEGOSIASI

NEGOSIASI ANTARA PENGUSAHA RITEL DENGAN CUSTOMER SERVICE BANK TERKAIT PEMINJAMAN UANG UNTUK MENGEMBANGKAN USAHA

Seorang pengusaha ritel yang usahanya sedang dalam perkembangan membutuhkan dana cukup besar untuk mengembangkan usahanya. Dana yang diperlukan yaitu Rp200.000.000,00. Untuk itu sang pengusaha berencana mengajukan kredit kepada Bank BRI.

Pengusaha :                             Selamat siang, Pak.

Customer Service BANK :     Selamat siang. Silahkan duduk. Ada yang bisa saya bantu ?

Pengusaha :                             Terimakasih. Begini pak, saya bermaksud ingin meminta informasi seputar pengajuan kredit.

Customer Service BANK :     Ya, prodak kami menawarkan antara lain untuk kredit usaha mikro, kredit usaha kecil menengah, kredit modal kerja, kredit investasi, kredit konsumtif, dan kredit KPR. Kredit mana yang ingin bapak tahu lebih lanjut ?

Pengusaha :                             Saya ada rencana ingin mengembangkan usaha saya yang sudah berjalan. Adapun usaha saya bergerak dibidang ritel, sekiranya jenis kredit mana yang lebih cocok dengan usaha saya ?

Customer Service BANK :     Karena usaha bapak ritel kami sarankan kepada bapak untuk memilih kredit modal kerja

Pengusaha :                             Bagaimana dengan pesyaratannya untuk pengajuan kredit tersebut ?

Customer Service BANK :     Untuk persyaratan pengajuan kredit modal kerja yaitu yang pertama surat izin usaha dari dinas terkait, surat keterangan dari kelurahan setempat, fotokopi KTP suami istri, fotokopi surat NPWP, fotokopi lunas PBB fotokopi Kartu Keluarga, fotokopi rekening listrik, fotokopi rekening tabungan/rekening koran, fotokopi yang untuk jaminan bisa benda bergerak atau benda tidak bergerak.

Pengusaha :                             Rencananya ingin mengajukan kredit sebesar 200 juta, kira-kira bagaimana ?           

Customer Service BANK :     Adapun besaran kredit yang bank bisa berikan kepada nasabah dipengaruhi beberapa faktor dan kami tidak bisa memutuskan saat ini karena harus disurvai kelayakannya, sebagai contoh untuk jaminan benda bergerak bank hanya bisa memberikan 50% dari harga pasaran sebuah jaminan sedangkan untuk benda tidak bergerak Customer Service bank hanya bisa memberikan kredit sebesar 80% dari harga jual sebuah jaminan dan bank bisa memberikan lebih dari harga sebuah jaminan jika usaha tersebut menjanjikan dengan prospek baik.

Pengusaha :                             Jika persyaratan sudah dipenuhi hari ini, bisakah memberi gambaran seberapa besar kredit yang bisa saya terima dengan jaminan utama sebuah sertifikat tanah hak milik seluas 150 m2 beserta bangunannya/toko dengan nilai NJOP sebesar Rp215.500.000,-

Customer Service BANK :     Ya sebelumya kami dari Customer hanya bisa memberi gambaran besarnya kisaran kredit yang bisa bapak terima beserta bunganya dan jangka waktunya. Jadi untuk lebih lanjut menunggu hasil dari tim survai.

Pengusaha :                             Bagaimana jika saya mengajukan kredit sebesar 200 juta untuk jangka waktu 3 tahun dengan jaminan tersebut ?

Customer Service BANK :     Pada umumnya untuk jenis usaha seperti ini kemungkinan pihak bank hanya memberi sebesar 150 juta. Adapun untuk kepastiannya tergantung dari hasil tim survai dan kebijakan kepala cabang. Sebagai gambaran dengan kredit 150 juta dan bunga 14% pertahun dengan angsuran flat, adapun perhitungannya sebagai berikut, 150 juta dikali 1,42%, ini bunga untuk 3 tahun, jumlahnya menjadi 213 juta terdiri dari 150 juta hutang pokok dan yang 63 juta adalah beban bunga dibagi 36 bulan sehingga besaran angsuran kredit sebesar Rp5.916.700.- perbulan
Pengusaha :                             Jadi kalau begitu saya mengajukan sebesar 150 juta untuk jangka waktu 3 tahun dengan jaminan tersebut

Customer Service BANK :     Baiklah setelah bapak mengisi formulir dan menyerahkan semua persyaratan, surat pengajuan kredit ini saya terima untuk segera diproses oleh yang berwenang semoga pengajuan kredit bapak bisa segera disetujui seperti yang diharapkan bapak.

Pengusaha :                             Terimakasih segala sesuatunya, saya menunggu berita selanjutnya. Saya permisi dahulu. Selamat siang.

Customer Service BANK :     Selamat siang, senang bekerja sama dengan bapak.

Setelah bernegosiasi cukup lama dengan Customer Service Bank,  akhirnya diperkirakan sang pengusaha ritel tersebut akan diberi pinjaman sebesar 150 juta dengan angsuran Rp5.916.700.- perbulan sudah beserta bunga dengan jaminan sertifikat tanah hak milik seluas 150 m2 beserta bangunannya dengan nilai NJOP sebesar Rp215.500.000,- . Namun keputusannya selanjutnya menunggu persetujuan kepala cabang.

NAMA  : LISNAWATI
KELAS : X MIA 2/34


TUGAS BAHASA INDONESIA - LAPORAN PENGAMATAN MINUMAN

MINUMAN
Minuman merupakan pelepas dahaga. Manusia sangat membutuhkan minuman selain makanan. Banyak sekali minuman-minuman yang dijual di pasaran. Minuman yang dijual tersebut beragam mereknya, isinya, dan kemasannya. Harganya pun bervariasi sesuai dengan merek dan isinya.
            Minuman-minuman yang dijual di pasaran tersebut juga dijual di kantin SMAN 1 Purwokerto. Ada yang dijual dalam keadaan dingin, dan ada pula yang tidak. Minuman-minuman itu dikemas dengan kemasan yang berbeda-beda. Ada yang dikemas dalam kemasan botol, kardus dan adapula yang dikemas dalam kemasan kaleng. Minuman yang dikemas dalam kemasan botol antara lain Pepsi isi 410 ml seharga Rp4.500,00, Mizone isi 500 ml seharga Rp3.500,00, Frestea isi 200 ml seharga Rp1.500,00, Fanta isi 425 ml seharga Rp4.500,00, Big cola isi 535 ml seharga Rp3.500,00, Aqua isi 600 ml seharga Rp2.500,00. Selain minuman dalam kemasan botol, ada juga minuman dalam kemasan kardus, contohnya Ultramilk isi 250 ml seharga Rp4.500, Hidrococo isi 250 ml seharga Rp5.000,00, Honey juice isi 200 ml seharga Rp 4000,00, Teh Kotak isi 100 ml seharga Rp3.000,00, Sunkist isi 200 ml seharga Rp4000,00, Sari Kacang isi 250 ml seharga Rp3.500,00. Di kantin, minuman dalam kemasan botol atau kardus lebih mudah ditemukan daripada minuman kaleng. Contoh minuman kaleng yaitu Moni Cincau isi 300 ml seharga Rp5.000,00.
            Minuman-minuman yang dijual memiliki jenis isi yang berbeda-beda. Ada minuman yang berkhasiat seperti Mizone, Yakult, Hidrococo, Sari Kacang, dan Moni Cincau. Ada minuman bersoda seperti Pepsi, Big Cola, Fanta dan Sprite. Minuman jenis jus antara lain Minutepulpy, Vit Levite, Honey Juice dan Sunkist. Minuman air mineral antara lain Aqua dan Aquarius. Minuman teh antara lain Frestea, Nu Greentea, Pucuk Harum, Ichi Ocha dan Teh Kotak. Selain itu dikantin juga terdapat minuman kopi dan susu. Contoh minuman kopi yaitu Good Day dan contoh minuman susu yaitu Ultramilk dan Indomilk. Minuman-minuman yang dijual tersebut telah terdaftar dalam BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) dan telah mendapat sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia sehingga minuman tersebut aman untuk dikonsumsi.

NO
JENIS
KEMASAN
NAMA
PRODUK
ISI
HARGA
JENIS
1
Botol
Pepsi
410 ml
Rp4.500,00
Soda
2
Big Cola
535 ml
Rp3.500,00
Soda
3
Mizone
500 ml
Rp3.500,00
Khasiat
4
Aqua
600 ml
Rp2.500,00
 Mineral
5
Good Day
250 ml
Rp5.000,00
Kopi
6
Frestea
200 ml
Rp1.500,00
Teh
7
Yakut
65 ml
Rp2.000,00
Khasiat
8
Nu Greentea
330 ml
Rp4.500,00
Teh
9
Indomilk
190 ml
Rp2.770,00
Susu
10
Minutepulpy
350 ml
Rp6.500,00
Jus
11
Vit Levite
350 ml
Rp4.000,00
Jus
12
Pucuk Harum
480 ml
Rp5.000,00
Teh
13
Fanta
425 ml
Rp4.500,00
Soda
14
Aquarius
250 ml
Rp5.000,00
Mineral
15
Ichi Ocha
350 ml
Rp3.000,00
Teh
16
Sprite
425 ml
Rp3.950,00
Soda
17
Kardus/Karton
Ultramilk
250 ml
Rp4.500,00
Susu
18
Hidrococo
250 ml
Rp5.000,00
Khasiat
19
Honey Juice
200 ml
Rp4.000,00
Jus
20
Teh Kotak
100 ml
Rp3.000,00
Teh
21
Sunkist
200 ml
Rp4.000,00
Jus
22
Sari Kacang
250 ml
Rp3.500,00
Khasiat
23
Kaleng
Moni Cincau
300 ml
Rp5.000,00
Khasiat