Halaman

Senin, 17 Juli 2017

TEKS ULASAN FILM "BRAVEHEART"

TEKS ULASAN FILM BRAVEHEART

Film Braveheart yang dirilis tahun1995 ini merupakan film kolosal yang disutradarai oleh Mel Gibson yang juga membintangi film tersebut. Dalam film ini Gibson memerankan orang skotlandia legendaris yaitu William Wallace.
Film ini mengisahkan tentang William Wallace seorang pahlawan Scottish yang memimpin perlawanan pembebasan Skotland dari kekuasaan Inggris. Ketika William masih kecil ia harus kehilangan seluruh keluarganya ditangan Inggris, karena Ayah William adalah salah satu pemimpin yang ikut melakukan perlawanan terhadap Inggris pada masa itu. Akhirnya William kecil diasuh oleh pamannya yang tiba-tiba muncul dihari pemakaman Ayahnya. Waktu terus berlalu dan William pun tumbuh dewasa sampai suatu saat ia jatuh cinta dan menikah.
Film ini mengambil latar tempat yang masih alami, terlihat segar suasananya. Rumputan hijau dan pepohonan rindang serta rumah-rumah penduduk yang terbuat dari jerami membawa penonton kembali ke zaman yang telah silam. Zaman dimana kehidupan masih sederhana. Penduduknya pun terlihat sangat menyatu dan kekeluargaan. Hubungan mereka satu sama begitu identik dengan kehidupan suku-suku yang menjalani hidup secara berkelompok. Gotong royong dan kerja sama juga sangat jelas terlihat. Kondisi masyarakat lampau benar-benar dihidupkan kembali dalam film ini. Selain itu terdapat pula adegan pertandingan-pertandingan melempar batu yang menjadi acara hiburan bagi mereka, semacam hiburan rakyat di zaman dahulu.
William wallace sendiri diperankan dengan sangat baik. Pemerannya mampu menjiwai karakter Wallace yang pemberani, berjiwa ksatria, dan gagah. Sosok Murron yang nantinya menjadi istri Wallace diperankan dengan anggun dan penuh pesona. Keduanya membawa penonton larut dalam kisah cinta mereka. Suka dan duka mereka benar –benar diperlihatkan lewat gerak tubuh dan raut wajah mereka. Selain itu penggunaan kuda sebagai tunggangan menambah nuansa lampau semakin hidup. Hal ini juga disertai oleh kostum yang sangat sederhana, berwarna kecoklatan dan terlihat kusam. Tatatan rambut para penduduk yang dibuat sedemikian rupa benar-benar menggambarkan kehidupan lampau.
Raja Skotlandia meninggal tanpa seorang penerus tahta. Raja Inggris, Edward I dikenal dengan nama Longshanks mengambil alih kekuasaan Skotlandia. Sejak saat itu rakyat Skotlandia hidup di bawah jajahan Longshanks. Longshanks sengaja membagi beberapa wilayah kepada beberapa bangsawan Skotlandia agar mereka tunduk padanya. Selain itu, Longshanks juga memberikan hak istimewa untuk para pejabat setempat yaitu Primae Noctis, dimana mereka dapat membawa pergi mempelai wanita Skotlandia di hari pernikahan mereka untuk menghabiskan malam pertama bersama mempelai wanita. Longshanks juga tidak segan membunuh rakyat yang ingin menentangnya.
Dalam film ini kita melihat peraturan Prima Noctis yang diberlakukan pada zaman itu –benar membuat rakyat Skotlandia menderita. Terlihat adegan dimana terdapat sebuah pesta pernikahan yang begitu meriah dengan tarian penduduk, kemudian suasana berubah seketika para prajurit datang untuk mengambil mempelai wanita. Susana menyedihkan dan romantis berhasil dibangun sedemikan rupa sehingga penonton ikut terbawa perasaannya. Perpisahan kedua mempelai diperankan dengan penuh dramatis.
Dalam acara pernikahan ditampilkan tarian Skotlandia dengan hentakan kaki yang mengikuti alunan musik dari alat musik tradisional yang mempu membawa penonton ikut merasakan suasana di Skotlandia
Setelah dewasa, wallace menikahi Murron. Karena saat itu berlaku hukum Prima Noctis, maka pernikahan Wallace dan Murron berjalan secara diam-diam, tidak ada seorangpun yang mengetahui termasuk ayah dan ibu Murron sendiri. Sayang seorang pengawal mencurigai hubungan Wallace dan Murron. Murron akhirnya tewas dibunuh pejabat setempat. Wallace sangat marah dan sejak saat itu ia memutuskan untuk melawan Inggris.
 Kematian Murrron ini semakin menambah ketegangan, karena beberapa adegan sebelum Murron dibunuh juga membuat penonton ikut kesal terhadap perlakuan sewenang-wenang para bangsawan. Seperti adegan saat Murron akan diperkosa atau adegan saat Murron berkuda lalu dipukul dengan tongkat hingga jatuh juga adegan saat Wallace berkelahi. Kekacauan saat peristiwa tersebut benar-benar digambarkan dengan sangat baik begitu dramatis.
Pengambilan gambar dalam film tersebut sangat baik. Film ini betul-betul memperlihatkan panorama yang indah dalam setiap adegan, terutama saat sinar matahari mulai terbit atau tenggelam. Panorama yang indah makin menghidupkan suasana yang asri. Pengambilan gambar dengan teknik bloking juga dilakukan dalam film ini. Sehingga kesan romantisme dan dramatisme terbangun.

Film ini lebih mengarah kepada kehidupan sesungguhnya di masa lampau daripada sekedar film tentang kerajaan seperti di negeri dongeng. Meskipun begitu latar film ini mirip dengan film-film cinta di negeri dongeng.  

0 komentar:

Posting Komentar